Kualitas Guru di NTT akan Ditingkatkan
Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Antara/Kornelis Kaha
Jakarta: Kualitas guru di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai masih rendah. Empat pasangan calon pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) janji meningkatkan kualitas guru agar mutu pendidikan di NTT lebih baik.

Pasangan nomor urut satu Esthon L Foenay-Christian Rotok misalnya, berjanji bakal memperjuangkan kesejahteraan guru di NTT. Esthon mengatakan, bila guru sejahtera maka dipastikan bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. 


"Selain itu, guru harus memiliki sertifikasi sebagai pemenuhan standar kompetensi," kata Esthon dalam debat pamungkas Pilgub NTT di Jakarta, Sabtu, 21 Juni 2018. 

Calon wakil gubernur nomor urut dua Emilia Nomlenei juga sepakat tentang perlunya peningkatan kualitas guru di NTT. Namun, ia mengaku tidak bakal memberikan janji terlalu berlebihan. Seluruh janji soal peningkatan kualitas guru bakal disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada. 

"Yang jelas kepada pendidikan dan kesehatan harus jadi prioritas," kata Emilia.

Kemudian, menurut calon wakil gubernur nomor urut tiga Benny Lintelnoni, meningkatkan kualitas guru di NTT akan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan sesuai jenjang pendidikannya. Ia juga menekankan guru tidak boleh sebatas jadi pengajar, melainkan harus jadi pendidik.

"Sehingga angka partisipasi pendidikan dapat berhasil dengan baik," kata Benny.

Sementara itu, calon wakil gubernur nomor urut empat Josef Nae Soi menekankan pada pentingnya sertifikasi bagi para pendidik. Josef janji meningkatkan kompetensi pedagogig dna andragogig para pendidik di NTT. 

"Karena di Undang-undang guru dan dosen wajib memiliki sertifikasi pendidik," kata Josef.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id