Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini/Ant_Eric Ireng (Catur Irawan)
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini/Ant_Eric Ireng (Catur Irawan)

Risma Diklaim Telah Ajukan Cuti Kampanye

Pilkada tri rismaharini pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Syaikhul Hadi • 21 Oktober 2020 19:02
Surabaya: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, memastikan jika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah mengajukan izin cuti kampanye saat menggelar kegiatan Roadshow Online Berenerji pada, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
"Terkait dengan kegiatan kampanye Ibu Wali Kota, beliau telah mengajukan surat cuti Nomor: 850/9197/436.8.5/2020 tanggal 13 Oktober 2020 perihal permohonan izin cuti kepada Gubernur Jatim. Salah satunya adalah tanggal 18 Oktober 2020," jelas Irvan kepasa wartawan, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Soal surat pengajuan cuti kampanye Wali Kota Risma tersebut, lanjut Irvan, Gubernur Jatim telah menjawab melalui surat Nomor: 131/16267/011.2/2020 tanggal 15 Oktober 2020 dan diberi penjelasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Risma Dilaporkan ke Bawaslu
 
Salah satu keterangannya adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2018 dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor: 273/487/SJ tanggal 21 Januari 2020, hari libur merupakan hari bebas untuk melakukan kampanye di luar ketentuan cuti kampanye.
 
"Dengan jawaban dari Gubernur itu, kegiatan Ibu Wali Kota pada 18 Oktober 2020 tersebut tidak melanggar aturan karena pada hari libur yakni hari Minggu," terang Irvan.
 
Menurut Irvan, jadwal kampanye Wali Kota Risma hampir semua dilaksanakan pada Sabtu-Minggu atau hari libur nasional. Hanya ada satu hari kerja yang ikut kampanye, yakni pada 10 November 2020. Pengajuan izin cuti 10 November 2020 sedang diproses oleh Pemprov Jatim.
 
Baca:Video Risma 'Titipkan' Eri Cahyadi Beredar Luas
 
Dia menjelaskan, sebelum Wali Kota Risma mengajukan izin cuti kampanye untuk pasangan calon Eri Cahyadi dan Armudji. Risma lebih dulu menerima surat tugas dari DPC PDI Perjuangan untuk menjadi juru kampanye (jurkam).
 
"Jadi, kegiatan kampanye Ibu Wali Kota sudah sesuai dengan prosedur dan sudah ada penjelasan tertulis dari Pemprov Jatim. Makanya tidak benar jika Ibu Wali Kota melanggar aturan. Karena beliau telah melalui prosedur dan aturan yang ada. Apalagi kampanye yang dilakukan Ibu Wali Kota pada 18 Oktober 2020 tersebut adalah hari libur," tukasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif