Jakarta: KPU DKI Jakarta akan melaksanakan
debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (
Pilkada) Jakarta 2024 malam ini Minggu, 6 Oktober 2024. Debat perdana ini akan digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
Selain itu, KPU Jakarta juga telah mengumumkan sebanyak 7 panelis yang akan dilibatkan dalam Debat Perdana Pilkada Jakarta 2024. Ketujuh panelis tersebut antara lain Gun Gun Heryanto, Beky Mardani, Siti Zuhro, Nurliah Nurdin, Ahsanul Minan, Didik Soeharyanto, dan Andhyta Firselly Utami.
Berikut ini profil 7 panelis di debat Pilkada Jakarta:
1. Gun Gun Heryanto
Gun Gun Heryanto merupakan pakar komunikasi politik. Ia juga adalah Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute. Pria kelahiran 12 Agustus 1976 itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri atau UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sebelumnya, Gun Gun pernah menjadi panelis pada debat Pilpres 2024. Selain itu, ia pernah pula mengemban amanah sebagai Ketua Kajian Media dan Kebijakan Strategis, Institute of Social Transformation for Democracy Jakarta. Lalu, juga sebagai peneliti di Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM).
Peraih gelar Doktor dari Universitas Padjadjaran ini juga aktif menjadi dosen Komunikasi Politik dan Sosiologi Komunikasi Massa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan sudah menulis belasan buku tentang Komunikasi Politik.
2. Beki Mardani
Dikutip dari Pmijakartabarat.or.id, Beky Mardani merupakan salah satu tokoh Betawi yang aktif dalam pelestarian budaya Betawi. Pria kelahiran 3 Juli 1965 ini sempat mengawali berkarier sebagai jurnalis televisi pada tahun 1995. Di tengah kesibukan sebagai jurnalis, Beky selalu aktif dalam banyak kegiatan pelestarian budaya Betawi.
Jebolan Jurusan Administrasi Niaga FISIP Universitas Indonesia dipercaya menjadi Ketua Bamus Betawi di awal 2000-an, kemudian menjadi anggota Forum Kajian Badan Pengelola Perkampungan Betawi Setu Babakan, dan didaulat sebagai Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Barat.
3. Siti Zuhro
Perempuan kelahiran 7 November 1958 ini merupakan peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dia menggeluti isu-isu seputar desentralisasi, reformasi birokrasi, demokrasi lokal dan politik nasional.
Siti pernah menjadi anggota Tim Pakar Revisi UU 32/2004 tentang Pemda (2007-2009) dan RUU Pilkada (2010-2014) di Kemendagri RI, Anggota Tim Pakar Komite 1 DPD RI (2007, 2010-2011). Zuhro saat ini juga merupakan Narasumber Lemhannas dan Pengajar Pascasarjana Ilmu Komunikasi UMJ sejak 2006, serta Pengajar Pascasarjana Ilmu Komunikasi UMRI sejak 2009.
Kariernya di luar bidang akademik antara lain Tenaga Ahli Kemkominfo (2008-2009), Chief Editor Postscript The Habibie Center (2005-2010), Manajer Riset The Habibie Center (2005-2010), Wakil Pemred Jurnal Demokrasi & HAM (2006-2010), dan Anggota Mitra Bestari Jurnal IPB (sejak 2010).
4. Nurliah Nurdin
Nurliah Nurdin adalah Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta periode 2022-2026. Ia juga mengemban amanah sebagai guru besar program studi Administrasi Pembangunan Negara di Politeknik STIA LAN Jakarta.
Riwayat pendidikannya yaitu sarjana ilmu sosial si Universitas Hasanuddin pada 1996, gelar magister didapatkan dari Northern Illinois University pada 2003, dan gelar doktor di Universitas Indonesia pada 2011.
5. Ahsanul Minan
Ahsanul Minan merupakan pakar hukum tata negara dan Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.
Ahsanul pernah menjabat sebagai komisaris di komite pengawas pemilu negara bagian pada 2003-2004, menjabat sebagai konsultan manajemen pemilu di UNDP pada 2009-2011, dan manajer komponen reformasi keuangan Partai Politik dan Anti-Politik Uang di MSI-SIAP 1 pada 2011-2016.
6. Didik Suhariyanto
Didik Soeharyanto merupakan Rektor di Universitas Bung Karno. Sebelum menjadi rektor, Didik adalah Direktur Magister Ilmu Hukum di Universitas Bung Karno.
Lahir di Jember, 15 Desember 1970, Didik menyelesaikan pendidikan S1 pada Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, S2 Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, dan S3 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.
Didik juga aktif menulis di berbagai media dan pada jurnal ilmiah, serta aktif sebagai narasumber pada pertemuan ilmiah di bidang Hukum Tata Negara.
7. Andhyta Firselly Utami
Andhyta Firselly Utami merupakan Co-Founder Think Policy Society. Ia dikenal sebagai seorang ekonom lingkungan World Bank yang berbasis di Jakarta. Ia memegang gelar magister Kebijakan Publik dari Harvard University dan memiliki gelar sarjana dari Universitas Indonesia.
Andhyta merupakan lulusan Program Studi Hubungan Internasional di Universitas Indonesia pada 2009-2013. Setelah lulus dari Universitas Indonesia, ia melanjutkan pendidikan di Nanyang Technological University pada 2013. Selanjutnya, pada 2016 hingga 2018, ia berkuliah di Harvard Kennedy School mengambil gelar Master in Public Policy; Political and Economic Development.
Saat ini ia dipercaya sebagai Spesialis Senior untuk Masalah Isu Prioritas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ministry of Education and Culture Republic of Indonesia).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((PRI))