Survei: Khofifah dan Gus Ipul Bersaing Ketat di Pilgub Jatim
Pilgub Jatim. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta:Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil temuanya soal elektabilitas kandidat Pilkada Jawa Timur. Hasilnya, pasangan nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menang tipis dari pesaingnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri.

"Khofifah-Emil memperoleh 44 persen, menang tipis dari duet Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri yang mendapat 43 persen," kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juni 2018.


Yunarto mengatakan ada yang unik dengan hasil survei Pilkada Jawa Timur. Angka yang didapat pasangan Gus Ipul-Puti sebagai petahana tidak sebanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat saat ia masih menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo.

Charta Politika mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencapai 72 persen. Secara khusus, 71 responden juga mengaku puas terhadap Saifullah sebagai wakil gubernur.

"Karena secara de jure Khofifah bisa dianggap mewakili Soekarwo karena didukung oleh Demokrat, secara de factopemilih Jawa Timur sudah orang yang 10 tahun menemani Pakde Karwo sehingga tidak bisa diklaim keberhasilan Pakde Karwo oleh satu pasangan saja," beber Yunarto.

Yunarto menyatakan pasangan Khofifah-Emil Dardak unggul di kalangan pemilih perempuan. Hal itu ditenggarai karena faktor sebagai Khofifah sebagai ketua umum Muslimat NU. 

Sementara itu, duet Gus Ipul-Puti unggul di pemilih laki-laki dan pemilih berusia 19 ke bawah. Itu karena ia juga bagian dari tokoh NU.

"Khofifah unggul di daerah Mataraman 49 persen, Mataraman Pesisir 45 persen, dan Madura 50 persen. Sedangkan, pasangan Gus Ipul-Puti di wilayah Arek atau perkotaan 45 persen, dan Tapal Kuda 49 persen," pungkas dia. 

Baca:Cicit Bung Karno Dorong Coworking Space di Jatim

Survei Charta Politika dilakukan pada 23-29 Mei 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei melibatkan 1.200 responden di Jawa Timur.

Survei itu menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random samplingpada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of errorsekitar 2,83 persen. Unit samplingprimer adalah desa atau kelurahan dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang di setiap desa atau kelurahan. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id