Dewan Redaksi Media Group, ?Gaudensius Suhardi . MI/Ebet
Dewan Redaksi Media Group, ?Gaudensius Suhardi . MI/Ebet (Gaudensius Suhardi)

Gaudensius Suhardi

Anggota Dewan Redaksi Media Group

Keberuntungan Anies Hitung Hari

Pilar capres Anies Baswedan Pemilu 2024 Pilpres 2024
Gaudensius Suhardi • 28 April 2022 06:47
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menghitung hari. “Alhamdulillah enam bulan lagi saya pensiun dari gubernur, tapi tidak ada perpanjangan jabatan,” kata Anies saat mengisi ceramah di Masjid UGM pada 7 April 2022.
 
Anies dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017. Dengan demikian, ia akan resmi meletakkan jabatan gubernur pada 16 Oktober 2022. Ia akan digantikan oleh penjabat gubernur.
 
Menjelang berakhir masa jabatannya, setidaknya ada kabar baik dan kurang baik untuk Anies. Kabar baiknya ialah nama Anies selalu bertengger di tiga besar calon presiden hasil semua lembaga survei bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menhan Prabowo Subianto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Survei Indikator Politik yang dirilis Selasa, 26 April 2022, menyebut elektabilitas Ganjar dan Anies terus mengalami kenaikan dari Februari ke April 2022. Ganjar Pranowo naik dari 22,4% ke 26,7%, Prabowo Subianto naik dari 21,6% ke 23,9%, dan Anies Baswedan naik dari 17,1% ke 19,4%. Dari tiga nama itu, Anies Baswedan yang lebih dahulu meninggalkan gelanggang pemerintahan. Sementara itu, Ganjar Pranowo berakhir masa jabatannya pada 5 September 2023 dan Prabowo Subianto berakhir pada 20 Oktober 2024.
 
Lebih dahulu meninggalkan gelanggang pemerintahan bukan berarti akhir dari segalanya bagi Anies. Ia sudah terbiasa dilantik, dicopot, dan dilantik.
 
Tiga tahun sebelum dilantik menjadi gubernur, tepatnya pada 27 Oktober 2014, Anies dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
 
Belum genap dua tahun menjadi menteri, Anies dicopot dari menteri pada 27 Juli 2016. Hanya selang setahun kemudian, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno mencoba peruntungan di pilkada DKI Jakarta. Mereka menang.
 
Pencopotan Anies dari jabatan menteri ditafsirkan banyak orang bahwa Anies berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, Anies dan Jokowi memperlihatkan hubungan yang akrab saat keduanya berjumpa pada Senin, 25 April 2022. Keduanya bertemu di Sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
 
Tiba sekitar pukul 15.10 WIB, Jokowi disambut Anies, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Setelahnya, Presiden langsung berkeliling meninjau proyek pembangunan sirkuit dengan menggunakan mobil golf yang dikendarai Anies Baswedan.
 
Seusai meninjau, Presiden menyampaikan harapan agar proyek pembangunan sirkuit tersebut dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. ”Kita lihat, track balapannya sudah siap kemudian yang sedang dikejar paddock dan grand stand-nya,” kata Presiden kepada wartawan.
 
Kedatangan Jokowi ke Sirkuit Formula E ditafsir banyak orang sebagai dukungan terhadap Anies yang saat ini hendak diinterpelasi oleh DPRD DKI Jakarta terkait dengan Formula E.
 
Interpelasi adalah hak DPRD untuk meminta keterangan gubernur mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
 
Pasal 120 ayat (2) Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib menyebut interpelasi diusulkan paling sedikit oleh 15 anggota dan lebih dari satu fraksi.
 
Mereka berasal dari Fraksi PDIP 25 orang dan PSI 8 orang. Totalnya 33 orang dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta. Akan tetapi, 73 orang dari 7 fraksi justru menolak interpelasi.
 
Sejauh ini DPRD gagal menggelar rapat paripurna untuk mengagendakan pengusuan interpelasi. Padahal, rapat paripurna itulah yang berhak menerima atau menolak interpelasi.
 
Di atas kertas, interpelasi pasti ditolak. Akan tetapi, fakta itu tidak menyurutkan langkah PDIP dan PSI. Ada yang menuding bahwa interpelasi akan dijadikan alat politik untuk menggerus elektabilitas Anies Baswedan.
 
Sebaliknya, menurut sebagian orang, jika Formula E jadi digelar pada 4 Juni 2022, elektabilitas Anies Baswedan akan terus melaju tanpa bisa direm. Apalagi penyelenggaraan kegiatan internasional itu didukung sepenuhnya oleh Presiden Jokowi.
 
Anies dan Jokowi kompak mengunggah potret kebersamaan mereka di akun Instagram masing-masing pada 25 April. Di dua akun itu terlihat Anies dan Jokowi hanya berjalan kaki berdua.
 
Anies pun menulis status, ‘Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo sudah menyempatkan hadir ke Sirkuit Formula-E di Ancol siang tadi. Insya Allah sirkuit ini bisa selesai sempurna, siap jadi tuan rumah acara internasional, membawa nama baik untuk negara Indonesia dan kota Jakarta’.
 
Momen kebersamaan di antara keduanya menundang komentar netizen. “Foto mereka menunjukkan bahwa pemimpin kita akur banget, bahkan tidak ada terjadi apa-apa pada mereka ya, jadi hentikan perpecahan, mungkin ada yang mendapatkan keuntungan dari propaganda seolah-olah pemimpin kita tidak akur tersebut…”
 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif