KITA terpaksa menggunakan kata biadab, karena tindakan yang dilakukan petugas jasa kebersihan di Taman Kanak-Kanak Jakarta International School benar-benar tidak bisa kita terima. Tega-teganya mereka secara bersama-sama melakukan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur.
Seharusnya tidak ada ampun kepada orang-orang seperti itu. Apalagi tindakan dilakukan secara berulang-ulang dan dilakukan kepada banyak anak. Bukan hanya perbuatan itu menyebabkan trauma yang mendalam, para petugas jasa kebersihan itu menularkan penyakit kelamin kepada anak di bawah umur.
Kita harus membongkar tuntas perbuatan bejat itu. Bahkan kita tidak perlu ragu mengungkap identitas pelaku. Polisi, sekolah, dan orangtua murid harus bergandengan tangan untuk melawan agar tidak ada lagi anak di bawah umur yang menjadi korban kebiadaban.
Selama ini kita setengah hati untuk mengungkap kasus pelecehan seksual seperti ini. Orangtua merasa mendapat aib, sehingga tidak mau mengungkapkan kasus secara terbuka. Akibatnya, kasus-kasus seperti ini menjadi seperti tumpukan debu kotor di bawah karpet, sehingga tidak bisa terlihat.
Pihak sekolah demi kepentingan bisnis mereka berupaya untuk menutupi persoalan. Semakin bisa dipendam kasus ini untuk tidak terungkap ke permukaan semakin baik. Mereka tidak mau kasus itu sampai merusak nama baik sekolah, sehingga orangtua tidak berani memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.
Dengan orangtua dan sekolah yang tidak mau terbuka, polisi pun enggan untuk mengungkap kasus. Padahal itu adalah sebuah kejahatan besar, karena merusak masa depan dari anak yang sebenarnya merupakan harapan orangtua dan bangsa.
Kali ini beruntung pihak orangtua mau tampil membela hak anaknya. Mereka bukan hanya memeriksakan anak untuk mendapatkan visum dari dokter, tetapi mengejar agar para pejahat seksual itu dijatuhi hukuman yang setimpal.
Tentu kita bisa memahami dilema yang dihadapi orangtua dan anak. Terutama bagi sang anak, ini akan menjadi trauma yang sangat panjang. Ketakutan itu akan menghantui sepanjang perjalanan kehidupannya ke depan.
Kita tentu harus bersimpati dan membela hak yang anak. Kita harus memproteksi sang anak, karena ia adalah korban. Bahkan kita harus memberi suntikan kepercayaan agar ia bisa melanjutkan kehidupannya dengan baik.
Pada sisi lain kita pantas juga bertanya, mengapa begitu sering terjadi perbuatan biadab di sekitar kita sekarang ini? Apa sebenarnya yang tengah terjadi pada masyarakat kita sehingga orang tega untuk berbuat jahat kepada orang lain?
Kasus pelecehan seksual hanyalah salah satu perbuatan biadab. Yang lain kita bisa melihat bagaimana seorang pasang kekasih tega untuk menghabisi nyawa teman perempuannya di dalam mobil. Atau orang melakukan mutilasi kepada pasangannya.
Semua itu menunjukkan bahwa masyarakat kita ini sedang sakit. Akibatnya, perbuatan yang mereka lakukan pun sulit diterima dengan akal. Tindakan yang dilakukan pun merupakan kejahatan yang sangat berat.
Hal ini pasti bukan hanya terjadi sebagai akibat dari tekanan ekonomi. Sebab, pelaku kejahatan itu tidak semua berasal dari keluarga yang tidak mampu. Banyak di antara mereka yang berasal dari kelompok orang berada, tetapi tindakannya fatal.
Kita melihatnya sebagai persoalan pada pendidikan. Oleh karena tingkat pendidikan yang rendah, maka daya nalarnya juga terbatas. Akibatnya, tindakan yang mereka lakukan tidak terukur dan sulit diterima oleh akal sehat.
Tidak salah apabila bangsa ini membutuhkan adanya pencerahan. Kita membutuhkan contoh-contoh yang baik, agar bangsa ini mampu membangun peradaban. Hanya bangsa yang beradab yang mampu menghargai kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sekarang ini contoh kehidupan yang ada terasa kering. Hidup ini seakan-akan ditujukan hanya sekadar untuk mengejar materi. Ukuran kebahagiaan lebih dinilai dari seberapa banyak harta benda yang dimiliki, bukan karya apa yang bisa dihasilkan.
Termasuk televisi memiliki peran untuk mengedukasi secara benar masyarakatnya. Janganlah acara televisi hanya diisi acara-acara yang hedonistik. Kita bukan hendak membangun masyarakat yang hedonistik, tetapi masyarakat yang menghormati nilai dan peduli terhadap kemanusiaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
