Mengingat perannya yang krusial, memahami cara mendaftar yang tepat sesuai kurikulum adalah langkah awal yang penting bagi calon mahasiswa internasional. Melansir dari akun Instagram @kobieducation, ada beberapa kurikulum yang umum dipakai di Indonesia untuk persiapan kuliah ke luar negeri.
Setiap kurikulum memiliki karakteristik, kelebihan, dan persyaratan berbeda yang harus dipahami siswa. Pemilihan strategi persiapan yang tepat akan menentukan kesuksesan pendaftaran ke universitas luar negeri.
Sebelum membahas lebih lanjut cara mendaftar S1 ke luar negeri, ada baiknya Sobat Medcom mengenali jenis-jenis kurikulum yang tersedia di Indonesia dan bagaimana masing-masing berpengaruh terhadap peluang studi di luar negeri. Simak selengkapnya.
Jenis kurikulum di Indonesia
1. Kurikulum Nasional
Berdasarkan informasi dari laman MySCH.id, Kurikulum Nasional merupakan serangkaian program pembelajaran yang dirancang secara resmi oleh pemerintah sebagai pedoman pendidikan di seluruh sekolah di Indonesia. Kurikulum ini diwajibkan untuk semua jenjang pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.Tujuannya adalah memastikan standar kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh siswa di berbagai wilayah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai menargetkan pemberlakuan Kurikulum Merdeka secara nasional pada Maret 2024 di seluruh Indonesia.
Kurikulum Nasional paling sering dipakai di sekolah negeri dan sangat tergantung pada kebijakan kampus masing-masing. Meskipun pilihan kampusnya mungkin tidak sebanyak pengguna kurikulum internasional, siswa tetap memiliki kesempatan besar asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Berikut dua syarat wajib agar kamu bisa melanjutkan studi ke luar negeri:
1. Sertifikat IELTS
Bukti kemampuan bahasa Inggris dengan skor yang biasanya berkisar antara 6.0 - 7.0, tergantung persyaratan universitas tujuan.2. Sertifikat SAT
Tergantung kebijakan kampus. Ada yang wajib dan ada yang tidak.Strategi yang tepat untuk siswa Kurikulum Nasional yakni mempersiapkan kedua sertifikat ini sedini mungkin, minimal mulai kelas 10 atau 11 SMA. Persiapan yang matang akan meningkatkan peluang diterima di universitas luar negeri yang dituju.
2. Cambridge A-Level: Fleksibel dan Diakui Luas
Selain Kurikulum Nasional, ada juga kurikulum internasional seperti Cambridge A-Level yang banyak digunakan di sekolah-sekolah internasional di Indonesia. Cambridge A-Level adalah salah satu kurikulum internasional yang cukup populer di Indonesia. Kurikulum ini diterima di banyak negara seperti Inggris, Australia, Singapura, dan negara-negara Eropa lainnya.Edexcel, salah satu awarding body yang mengeluarkan kualifikasi International A-Level, diterima di berbagai universitas bergengsi di dunia, mulai dari Russell Group di Inggris, Ivy League di Amerika, hingga Group of Eight di Australia.
Keunggulan Cambridge A-Level:
- Siswa dapat memilih mata pelajaran yang ingin dipelajari dan diujikan sesuai minatnya. Universitas biasanya hanya menghitung tiga mata pelajaran International A-Level dalam proses penerimaan, meskipun banyak siswa mengambil empat hingga lima mata pelajaran.
- Siswa tidak diwajibkan memiliki kegiatan ekstrakurikuler, berbeda dengan IB yang memiliki persyaratan ketat dalam hal ini.
- Terdapat dua kali jadwal ujian dalam setahun, memberikan kesempatan untuk mengulang ujian jika ada mata pelajaran yang nilainya kurang memuaskan.
- Ujian mencakup topik yang luas di setiap mata pelajaran, dan siswa akan dipaparkan pada ide serta konsep yang akan ditemui di tingkat universitas.
- Nilai hanya ditentukan oleh ujian eksternal yang diikuti di akhir program AS (Advanced Subsidiary) dan A2, tanpa penilaian internal oleh guru di sekolah.
- Siswa yang menggunakan Cambridge A-Level wajib mengambil A-Level Test di akhir apabila ingin melanjutkan S1 ke luar negeri. Persyaratan untuk mengambil tes ini adalah menjalani program selama dua tahun: Advanced Subsidiary dan A-Level.
3. Kurikulum IB: Standar Tinggi, Diakui Global
Terakhir, ada kurikulum International Baccalaureate (IB) hampir dikenal di semua universitas di berbagai negara. Kurikulum ini biasanya dipakai di sekolah internasional dan memiliki keunggulan siswa dapat langsung mendaftar ke kampus dan negara mana pun tanpa harus melakukan standarisasi tes tambahan, karena nilainya sudah mencukupi.Namun, IB memiliki serangkaian persyaratan yang cukup ketat untuk dapat dinyatakan lulus program diploma. Melansi laman USG Education, siswa harus mengambil enam mata pelajaran yang terdiri dari masing-masing kelompok mata pelajaran yang sudah ditentukan, sehingga tidak cukup fleksibel dalam memilih mata pelajaran.
Persyaratan tambahan IB:
- Extended Essay (EE): Riset independen sebanyak 4000 kata mengenai topik yang diminati.
- Creativity, Action and Service (CAS): Kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti.
- Theory of Knowledge (ToK): Kemampuan merefleksikan pengetahuan yang didapat.
Kasus Khusus: Kurikulum Nasional untuk Pendaftaran ke UK
Ada kasus khusus yang perlu diperhatikan siswa Kurikulum Nasional yang ingin mendaftar ke Inggris (UK). Faktanya, kampus di UK tidak menerima SAT, sehingga siswa wajib menyerahkan A-Level Test sebagai persyaratan.Selain itu, siswa juga harus mengikuti rangkaian kurikulumnya selama dua tahun agar bisa mengambil A-Level Test. Ini menjadi tantangan tambahan yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari.
Persiapan yang Tidak Boleh Ditunda: IELTS, SAT, dan Portofolio
Bagi siswa SMA yang ingin melanjutkan S1 ke luar negeri, kamu tidak boleh hanya mengandalkan nilai rapor. Jika masih melakukan kesalahan dengan hanya mengandalkan nilai rapor, persiapan akan terhambat dan peluang diterima di universitas impian bisa berkurang.3 Hal Penting yang Wajib Dipersiapkan
1. International English Language Testing System (IELTS)
IELTS merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang arahnya lebih ke academic english, bukan sekadar bahasa Inggris umum yang dipelajari di sekolah. Tes ini tidak mempelajari dari awal lagi soal grammar atau vocab, sehingga sangat berbeda dari pelajaran bahasa Inggris umumnya di sekolah.Sebelum mengikuti les IELTS, siswa minimal harus memperkuat basic english-nya terlebih dahulu hingga level B2 atau skor TOEFL ITP 500. Jika masih di bawah level ini, luangkan waktu dulu untuk memperkuat dasar bahasa Inggrisnya. Jangan terburu-buru mengambil les IELTS tanpa fondasi yang kuat, karena akan menyia-nyiakan waktu dan biaya.
2. Scholastic Assessment Test (SAT)
SAT merupakan tes yang menguji kemampuan reading, writing, dan math. Semua soalnya menggunakan bahasa Inggris, jadi siswa harus terbiasa dulu dengan pola soalnya. Persiapan SAT membutuhkan latihan intensif agar bisa mengerjakan soal dengan cepat dan akurat.3. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan pengalaman dan prestasi yang dimiliki, baik akademik maupun non akademik. Sebaiknya portofolio bersifat seimbang agar penyeleksi beasiswa dapat mengetahui passion siswa sebenarnya. Portofolio yang kuat akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi universitas luar negeri.4. Mulai persiapan sedini mungkin
Bagi Sobat Medcom yang berminat kuliah di luar negeri, kamu perlu mempersiapkan ketiga hal penting tersebut sedini mungkin, setidaknya mulai dari kelas 10 atau 11 SMA. Dengan persiapan matang dan strategi tepat sesuai kurikulum yang digunakan, peluang diterima di universitas luar negeri akan semakin besar.Itulah cara daftar S1 ke luar negeri dengan menyesuaikan kurikulum SMA. Buat kamu yang tertarik, yuk segera persiapkan ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News