Ilustrasi: MI
Ilustrasi: MI

6 Tahap Penting Sebelum Mahasiswa Jurusan Kedokteran Dapat Izin Praktik

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Kedokteran Perguruan Tinggi jurusan kuliah
Citra Larasati • 25 April 2022 15:08
Jakarta:  Kedokteran merupakan salah satu jurusan yang identik dengan tempat berkumpulnya ‘anak pintar’. Bagaimana tidak, mata kuliah yang dipelajari terbilang cukup sulit, ditambah membutuhkan tekad dan mental yang kuat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. 
 
Berbicara tentang mata kuliah, jurusan ini umumnya mempelajari berbagai materi mengenai tubuh makhluk hidup, mulai dari fungsi, penyakit, hingga pengobatan. Beberapa mata kuliah yang ditekuni antara lain Anatomi, Sel, Biomolekuler, Genetika dan Imunologi Dasar, Kimia Medik, Ilmu bedah, serta Mekanisme Penyakit.
 
Jurusan Kedokteran juga mempelajari sejumlah mata kuliah umum, layaknya program studi lain. Seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pancasila, dan sebagainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena erat kaitannya dengan materi biologi dan kimia, hanya lulusan SMA jurusan IPA yang bisa berkuliah di program studi Kedokteran. Hal ini ditegaskan dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia.
 
Selain mata kuliah yang terbilang sulit, masa studi jurusan Kedokteran juga cukup lama, membutuhkan 3,5 hingga 4 tahun untuk memperoleh gelar sarjana. Meski sudah dinyatakan lulus, bukan berarti mahasiswa serta-merta menjadi dokter.
 
Terdapat sejumlah tahapan yang mesti dilalui sebelum memperoleh izin praktik. Mulai dari pendidikan profesi koas (co-ass), uji sertifikasi, hingga pendidikan spesialis yang dapat berlangsung selama 4-6 tahun.
 
Tak cuma informasi di atas, masih ada sederet hal lain yang mesti dipahami calon mahasiswa sebelum memantapkan hati di jurusan Kedokteran. Dikutip dari laman Ruangguru, berikut ulasannya:

1. Sistem Blok

Di jurusan Kedokteran, ada yang namanya Sistem Blok, yaitu pre-klinik dan klinik. Pre-klinik dilaksanakan sebelum koas, di mana mahasiswa akan disuguhi berbagai macam modul.
 
Misalnya, di tahun pertama, ada mata kuliah pengantar Biologi, Fisika, dan Kimia. Ketiga pelajaran tersebut berfokus pada semua hal tentang kedokteran, berbeda dari yang dipelajari semasa SMA. Sebagai contoh, Fisika mempelajari radiologi dan Kimia mendalami biokimia.
 
Di tahun kedua dan ketiga, mahasiswa mulai belajar modul organ. Dalam satu bulan, akan dibahas satu organ secara detail, mulai dari bagian terkecil hingga pengobatan untuk organ tersebut.
 
Ketika masuk masa pre-klinik sampai klinik, calon dokter akan mencoba ‘berinteraksi’ dengan pasien. Bukan bertemu manusia sungguhan, melainkan masih berupa manekin. Barulah saat masa klinik, mahasiswa mulai masuk dunia koas dan praktik di rumah sakit.

2. Gelar Kedokteran

Lulusan sarjana Kedokteran akan memperoleh gelar S.Ked. Titel dokter (dr) baru didapatkan usai mengikuti koas dan ujian sertifikasi.
 
Tahapan berikutnya adalah internship. Sama seperti jurusan lainnya, calon dokter harus membuat CV, resume, dan surat lamaran, untuk melamar ke rumah sakit. 
 
Setelah menyandang gelar dokter umum, dapat melanjutkan pendidikan kembali untuk mendalami ilmu kedokteran dengan bidang tertentu sebagai dokter spesialis. Gelar spesialis inilah yang biasanya ada di belakang nama dokter, seperti Sp.PD untuk Spesialis Penyakit Dalam,  Sp.JP untuk Spesialis Jantung, Sp.BA. untuk Spesialis Bedah Anak, dan masih banyak lagi.

3. Masa Koas

Pada prinsipnya, masa koas berjalan selama 1,5 tahun yang terbagi menjadi tiga stase. Yaitu kecil (3 minggu), sedang (5 minggu), dan besar (10 minggu), tergantung kebijakan rumah sakit. 
 
Untuk praktik lapangannya sendiri bisa memakan waktu hingga dua tahun. Bahkan, di universitas swasta bisa lebih lama, yaitu sekitar lima tahun, tergantung perputaran koas. Penempatan koas ini tergantung kerja sama antara universitas dan rumah sakit.

4. Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)

Setelah menyelesaikan koas, calon dokter wajib menjalani Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Terdapat dua ujian, yaitu teori dan praktik yang dikenal dengan Objective Structured Clinical Examination atau OSCE.
 
Calon dokter harus lulus ujian ini untuk dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya, seperti internship dan sumpah dokter. Dalam satu tahun, UKMPPD dilaksanakan sebanyak 3-4 kali. 

5. Wisuda dan bukti angkat sumpah

Usai dinyatakan lulus uji kompetensi, calon dokter akan diwisuda. Pada saat inilah mereka mendapatkan ijazah profesi dokter dan surat bukti angkat sumpah.
 
Dua hal tersebut merupakan syarat untuk membuat Surat Tanda Registrasi (STR). Setelah mendapatkannya, dilanjutkan membuat sertifikat ke Kolegium Dokter Primer Indonesia (KDPI).

6. Internship

Internship merupakan program dari Kementerian Kesehatan untuk seluruh dokter baru di Indonesia. Untuk Jakarta, durasi internship adalah empat bulan di puskesmas kecamatan, empat bulan di puskesmas kelurahan, dan empat bulan terakhir di IGD rumah sakit.
 
Baca juga:  Melesat, Fakultas Kedokteran Unair Raih Peringkat 401-450 QS WUR by Subject
 
Sedangkan di luar Jakarta, internship dilaksanakan selama delapan bulan di rumah sakit (empat bulan IGD dan empat bulan di bangsal), serta empat bulan di puskesmas.
 
Usai melalui rangkaian tahapan pendidikan itu, barulah lulusan Kedokteran bisa melangsungkan praktik di rumah sakit, klinik, atau mandiri. Selain menjadi dokter, sarjana kedokteran juga bisa menjadi klinisi, scientist, peneliti, maupun dosen. (Nurisma Rahmatika)
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif