Asisten Wakil Presiden Human Capital Management BCA Laura Andiny Sutrisna. DOK ITB
Asisten Wakil Presiden Human Capital Management BCA Laura Andiny Sutrisna. DOK ITB

Mahasiswa Wajib Merapat, Begini Kiat Mempersiapkan Diri untuk Karier Masa Depan

Pendidikan karier beasiswa osc ITB
Renatha Swasty • 26 April 2022 10:25
Jakarta: Mempersiapkan karier untuk masa depan tak bisa hanya semalam. Ada sejumlah hal yang mesti dipersiapkan jauh-jauh hari.
 
Hal itu diungkap Asisten Wakil Presiden Human Capital Management BCA Laura Andiny Sutrisna dalam webinar Saturday Lesson bertema Upskill You Career Preparation. Acara diselenggarakan ITB Career Center, Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, dan panitia Wisuda April ITB 2022.
 
“Ada satu kutipan dari Zig Ziglar, success occurs when opportunity meets preparation,” kata Laura dikutip dari laman itb.ac.id, Selasa, 26 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laura bercerita perjalanan mencari kerja memakan waktu beberapa bulan. Saat itu, dia mengira bakal mudah dan cepat mendapat kerja lantaran statusnya sebagai lulusan universitas negeri.
 
Namun, dia menyebut realita tidak sama dengan ekspektasi. Penolakan dan tidak ditanggap balik oleh perusahaan merupakan pengalaman lumrah selama masa-masa tersebut.
 
“Ternyata, kampus bagus atau IPK bagus tidak menjamin kita langsung keterima kerja. Maka dari itu, kita harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari," kata Laura.
 
Laura membagikan kiat mempersiapkan diri untuk karier masa depan. Pertama, mengetahui yang ingin dilakukan setelah lulus, seperti menjadi pengusaha, pekerja, atau lanjut kuliah.
 
Mahasiswa yang memilih menjadi pekerja mesti melamar ke perusahaan dan melalui beberapa proses ujian dan wawancara sebelum ditentukan untuk diterima. Laura menuturkan melamar ke perusahaan perlu mempersiapkan dokumen-dokemen penting, salah satunya adalah CV.
 
Laura berpesan CV dibuat singkat, padat, dan lengkap dengan data pribadi, riwayat edukasi, pengalaman, pencapaian, dan keterampilan. Kandidat juga harus memperhatikan jenis industri dan kualifikasi perusahaan yang harus dimasukkan dalam CV.
 
Misalnya, pendaftaran ke pemasaran dan pengiklanan akan lebih condong ke CV dengan desain kreatif. Sedangkan, pendaftaran ke perusahaan perbankan lebih mementingkan kelengkapan informasi dalam CV.
 
Dia menuturkan alur rekrutmen perusahaan, yakni pelamaran, pengerjaan tes masuk, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan pemeriksaan kesehatan. Dalam proses wawancara, prinsip 3T (Tools, Technique, dan Trust) dapat diaplikasikan.
 
Tools adalah peralatan yang diperlukan. Technique merujuk metode dan latihan untuk menjawab pertanyaan perekrut berbasis situasi-tugas-aksi-hasil serta bahasa tubuh. Sedangkan trust merupakan kepercayaan kepada diri sendiri dan perekrut untuk menceritakan segala hal sebenar-benarnya.
 
Laura menyarankan mahasiswa mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya dalam organisasi, kepanitian, maupun proyek. Selain memperkaya CV dan menambah kemampuan, pengalaman banyak membantu dalam mengetahui kesukaan dan ketidaksukaan diri sendiri.
 
Dia menyebut mengikuti berbagai aktivitas dapat dilihat sebagai wadah eksplorasi minat untuk karier ke depan. Lalu, menjalin hubungan dengan orang-orang tepat di pengalaman tersebut juga dapat membantu dalam masa-masa pencarian pekerjaan.
 
Namun, Laura mengingatkan tidak menelantarkan tugas akademik. Serta berusaha mempertahankan prestasi akademik.
 
“Masih banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan IPK sebagai sortiran awal kandidat secara manual atau otomatis. IPK melambangkan tanggung jawab mahasiswa atas proses akademis yang sudah dipilih, maka diusahakan untuk meningkatkan nilainya jika waktu masih ada,” kata Laura.
 
Baca: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Agar CV Dilirik HRD
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif