Pemaparan materi Tim Komite Kompetensi dan Sertifikasi Himpunan Penerjemah Indonesia (KKS HPI) Retno Wulandari. Dok UNAIR.
Pemaparan materi Tim Komite Kompetensi dan Sertifikasi Himpunan Penerjemah Indonesia (KKS HPI) Retno Wulandari. Dok UNAIR.

Tips Menghindari Kesalahan Terjemahan

Pendidikan kemampuan literasi Literasi
Arga sumantri • 30 Juli 2021 08:05
Surabaya: Terjemahan yang dilakukan mahasiswa secara umum kurang terbaca atau kurang memuaskan yang disebabkan oleh beberapa masalah kecil. Menerjemahkan tidak hanya berdasar pada bahasa sumber atau kosakata bahasa sumber, namun juga melihat culture bahasa sasaran. Teks terjemahan juga perlu memenuhi tujuan terjemahan.
 
Tim Komite Kompetensi dan Sertifikasi Himpunan Penerjemah Indonesia (KKS HPI) Retno Wulandari menjelaskan, menerjemahkan tidak dalam ruang yang vakum. Harus disadari kalau menerjemahkan itu ada yang membaca. 
 
"Kesadaran-kesadaran seperti ini perlu ditumbuhkan kepada mahasiswa agar teks terjemahan memenuhi tujuan terjemahan dan menjadi angkanya besar dalam nilai kompetensi," jelas Retno mengutip siaran pers UNAIR, Jumat, 30 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 10 Langkah Jitu Dapatkan Beasiswa
 
Retno menjelaskan pentingnya translation brief bagi mahasiswa untuk menghindari kesalahan dalam terjemahan. Translation brief yang perlu dipahami oleh mahasiswa ada lima pertanyaan, yaitu fungsi teks, target pembaca teks, persepsi waktu dan tempat, medium atau tempat teks terjemahan digunakan, dan tujuan penerjemahan teks. Mahasiswa perlu mengetahui bahwa teks memiliki fungsi dalam bahasa sumber dan bahasa sasarannya.
 
"Motif penerjemahan itu untuk apa, tidak sekedar atau jangan berkutat pada memindahkan bahasa sumber ke bahasa sasaran. Realisasi bahwa translation adalah living text itu perlu dibangun pada mahasiswa," jelasnya.
 
Selanjutnya, Retno menjelaskan bagaimana agar teks terjemahan mahasiswa benar atau paling tidak transfer terjemahan bahasa benar. Hal ini dikarena dasar pertanyaannya adalah tentang teks tujuan bukan teks sumber. Penerjemahan teks sumber dapat berbeda fungsi dengan teks sasaran sehingga terjemahan tidak berbanding lurus. 
 
"Mahasiswa perlu diungkap kesadarannya bahwa teks itu mempunyai fungsi dalam bahasa sumber dan bahasa sasarannya," ujar Dosen Politeknik Negeri Malang itu.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif