Ilustrasi puasa. Freepik
Ilustrasi puasa. Freepik

Pakar Unair Bagikan Cara Atasi Gangguan Lambung Saat Puasa

Renatha Swasty • 06 April 2022 17:03
Jakarta: Kondisi puasa mewajibkan umat muslim menahan haus dan lapar dari pagi hingga menjelang petang. Waktu yang cukup lama tidak mendapatkan asupan makanan itu bisa membuat asam lambung naik karena tidak ada makanan yang dapat diproses.
 
Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Universitas Airlangga (Unair) Muhammad Miftahussurur membagikan tips untuk mencegah gangguan lambung. Miftah menjelaskan asam lambung kerap naik saat puasa lantaran perut dalam keadaan kosong.
 
Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, dalam memilih makanan untuk berbuka ataupun sahur disarankan tetap memperhatikan 3J (jenis, jumlah dan jadwal).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya sangat sering menganjurkan kepada pasien untuk yakin bahwa dengan berpuasa akan dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung. Asalkan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran,” ujar Miftah dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 6 April 2022.
 
Miftah menuturkan agama Islam telah menuntun agar umat dapat berpuasa dengan baik dan benar. Misalnya, saat berbuka.
 
Saat buka puasa dahulukan takjil sebagai makanan pembuka. Hal itu supaya tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang beristirahat setelah sekian jam.
 
Kemudian, diikuti makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur. “Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang sering menjadi permasalahan. Tidak sahur, makan sebelum tidur, sehingga gangguan lambung menjadi kambuh,” kata Miftah.
 
Selain itu, ada beberapa makanan tertentu yang dapat memengaruhi lambung. Misalnya, makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan langsung pada lambung.
 
Kemudian, susu dan santan yang dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan. “Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Dalam istilah Jawa dikenal dengan polo pendem seperti kacang-kacangan, ketela, dan sebagainya," tutur Miftah.
 
Dia menyebut komposisi makanan saat berbuka atau sahur sangat penting. Mengonsumsi sayur dan buah baik kuantitas dan kualitas serta konsumsi air yang cukup juga penting.
 
Miftah juga menganjurkan lebih banyak mengunyah. Dia menyebut agama menganjurkan untuk mengunyah di atas 30 kali agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama saat berpuasa.
 
"Berpuasalah sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan oleh agama. Atur pola makan, hindari kondisi stres sehingga gangguan lambung saat berpuasa dapat teratasi,” kata Miftah.
 
Baca: Kerap Lapar dan Lemas Saat Puasa? Ini Pilihan Makanan yang Tepat Saat Sahur
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif