Monumen Karl-Marx Allee di Jerman, AFP/ John Macdougall.
Monumen Karl-Marx Allee di Jerman, AFP/ John Macdougall.

Mau Kuliah di Jerman? Kenali dulu Biaya Hingga Studienkolleg

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 23 Mei 2019 15:57
Jakarta:Jerman merupakan negara yang terkenal akan kualitas pendidikannya. Terutama bagi masyarakat Indonesia, negara ini tidak asing lagi sebagai tujuan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, mengingat Presiden Indonesia ke-3, BJ. Habibie juga merupakan lulusandi perguruan tinggi di negeri Hitler ini.
 
Tidak sedikit milenial yang meilirik Jerman untuk melanjutkan kuliah setelah lulus di jenjang SMA sederajat. Sebab Jerman sendiri memiliki setidaknya 400 institusi perguruan tinggi yang patut untuk dipertimbangkan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah ke Eropa.
 
Untuk itu, penting bagi para pemburu kuliah di Jerman untuk mengenal lebih dekat dengan negara ini. Mengutip dari laman ehef.id, kuliah di Jerman memiliki sejumlah keunggulan dan keuntungan, terutama di jenjang S1 atau undergraduate.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melanjutkan Pendidikan tingkat S1 di Jerman, mahasiswa akan dibebaskan untuk membayar uang kuliah. Kamu cukup membayar biaya kontribusi per semester sekitar €150 hingga €250 saja atau Rp2.425.000-Rp4.042.000 yang berlaku di seluruh perguruan tinggi di Jerman.
 
Tak hanya itu, biaya hidup di kota-kota di Jerman relatif terjangkau dibanding dengan kota-kota negara Eropa lainnya, seperti London, Zurich dan Paris. Jika dirata-rata, biaya hidup mahasiswa perbulan di kota metropolitan ini sekitar €600-€800.
 
Lulusan perguruan tinggi di Jerman juga tak perlu banyak khawatir dalam mendapatkan pekerjaan. Sebab kamu akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan, karena Jerman adalah negara yang berekonomi sehat.
 
Artinya, bisnis di Jerman ini sudah mendunia. Sebut saja Hamburg yang menjadi pusat industri media dan perdagangan, sedangkan Munich dan Stuttgart menjadi pusat industri otomotif, serta Frankfurt menjadi pusat finansial di Jerman.
 
Cara pendidikan di Jerman me-link and match-kan antara dunia pendidikan dan industri juga terbilang apik. Berdasarkan data, hampir 90 persen lulusan perguruan tinggi di Jerman bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajarinya saat di bangku kuliah. Bahkan hanya 10 persen alumni yang bekerja di luar bidang ilmu yang dipelajari.
 
Pertimbangan selanjutnya yaitu Jerman berlokasi di tengah Eropa. Ia berbatasan dengan sembilan negara Eropa lainnya. Kamu akan sangat mudah melancong mengelilingi negara Eropa menggunakan sistem transportasi yang sangat nyaman dan terjangkau.
 
Meski begitu, mendapat kesempatan kuliah di Jerman tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar kesempatan diterima di salah satu kampus di sana semakin terbuka lebar.
 
Belajar Bahasa Jerman
 
Saat ini program S1 dan S2 di Jerman lebih banyak menggunakan Bahasa Jerman dibanding dengan Bahasa Inggris. Selain itu, Bahasa jerman ini juga dibutuhkan untuk kamu berinteraksi sehari-hari, terutama saat kamu mengakses buku-buku bertajuk ilmiah.
 
Konon, buku ilmiah ini hanya sedikit yang diterjemahkan ke Bahasa inggris. Sehingga kuliah di Jerman mengharuskan kamu untuk berbahasa Jerman.
 
Memilih Perguruan Tinggi
 
Memilih universitas di Jerman akan banyak menyita waktu persiapan. Sebab kuliah di Jerman ada yang menawarkan program-program berbahasa Inggris namun dengan jumlah yang terbatas. Di mana dua semester awal, seluruh mata kuliah akan dibawakan dalam Bahasa inggris dan kemudian sisanya dalam Bahasa jerman.
 
Untuk membantu dalam menentukan pilihan, kamu dapat mengunjungi situs German Academic Exchange Service (DAAD). Dalam situs tersebut, DAAD akan merinci sebanyak 2.000 program yang dapat kalian ambil di Jerman.
 
Proses Aplikasi Kuliah di Jerman
 
Setelah mempersiapkan hal di atas, maka kamu akan menentukan jurusan yang akan diambil nantinya. Tahapan ini menjadi satu hal penting, karena jurusan ini akan membantu kamu dalam mencapai berbagai tujuan hidup. Jangan sampai kamu menjalankan empat tahun kuliah dengan jurusan yang tidak diminati atau tidak disukai.
 
Untuk membantu dalam memilih jurusan, kamu dapat menggunakan QS Rangking sebagai rujukan untuk mencari tahu peringkat jurusan dan universitas yang akan dipilih di tingkat internasional.
 
Pelajari persyaratannya
 
Kalau kalian memilih program dalam bahasa Jerman, maka biasanya level bahasa yang dibutuhkan setara dengan sertifikasi C2 dari Goethe. Atau jika program yang kalian pilih dalam bahasa Inggris, maka kalian juga harus menyertakan bukti seperti IELTS (International English Language Testing System) atau TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
 
Selain bahasa, pelajari juga persyaratan lain yang dibutuhkan, seperti apakah jurusan tersebut hanya bisa diambil oleh pelajar dari latar belakang pendidikan tertentu. Atau apakah dibutuhkan motivation letter dan recommendation letter.
 
Beberapa universitas bahkan mensyaratkan wawancara sebagai bagian dari proses aplikasinya. Jangan lupa perhatikan juga tanggal batas waktu aplikasinya, usahakan semua berkas telah lengkap sebelum tanggal batas waktu tersebut.
 
Kenali Studienkolleg
 
Jika kalian akan mendaftar kuliah S1 maka anda harus kenal istilah studienkolleg yang artinya persiapan khusus untuk orang asing agar memiliki level Pendidikan dan kemampuan bahasa yang cukup untuk belajar di universitas Jerman.
 
Jadi, anda tidak bisa langsung mendaftar ke universitas, melainkan harus mendaftar dulu ke studienkolleg setelah lulus SMA. Biasanya studienkolleg berlangsung selama satu tahun (dua semester), dan di akhir periode ada ujian kualifikasi untuk masuk perguruan tinggi.
 
Kalau lulus ujian kualifikasi ini maka kamu baru bisa mendaftar di universitas di Jerman. Aturan studienkolleg tidak berlaku bagi kami yang ingin melanjutkan tingkat S2 di Jerman.Cukup mengikuti proses aplikasi langsung dari universitas.
 
Biaya Kuliah
 
Perlu diketahui, Kedutaan Jerman tidak akan mengeluarkan visa pelajar jika kamu tidak bisa menunjukkan bukti bahwa kamu mampu mendanai biaya kontribusi per semester (atau tuition fee bila ada) dan biaya hidup selama menempuh pendidikan di Jerman.
 
Besaran dana yang diperlukan untuk living cost sekitar €8.700 per tahun atau Rp140.678.000. Jadi peminat kuliah di Jerman harus membuktikan bahwa anda memiliki akses finansial sebesar itu di dalam rekening tabungan kamu.
 
Namun, jika kamu bingung dengan pembiayaan kuliah, jangan khawatir, karena Jerman memiliki banyak beasiswa untuk pelajar asing. Salah satunya anda bisa cek beasiswa DAAD.
 
Dari situsnya kalian dapat mengakses informasi database beasiswa yang tersedia dan sedang dibuka. Selain itu, kalian juga bisa bertanya langsung ke universitas yang kalian tuju, beberapa universitas memiliki program beasiswa untuk pelajar asing yang dapat kalian apply. Pelajari dengan seksama persyaratan yang dibutuhkan oleh setiap beasiswa ya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif