Lokakarta Untar dengan Terazzo dan Studio Vershome. Foto: Dok. Untar
Lokakarta Untar dengan Terazzo dan Studio Vershome. Foto: Dok. Untar

Jurusan Desain Interior, Tak Sekadar Ilmu Mendekorasi Ruangan

Pendidikan desain interior Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi jurusan kuliah
Citra Larasati • 17 April 2022 11:13
Jakarta:  Masih banyak calon mahasiswa yang salah paham tentang apa saja yang dipelajari di jurusan desain interior.  Banyak calon mahasiswa yang menganggap desain interior hanya sebatas tentang ilmu mendekorasi ruangan saja.
 
"Saat masuk mereka syok, ternyata enggak cuma mikir estetik. Jangan salah paham, desain interior enggak cuma dekor aja," kata Dosen Desain Interior Universitas Tarumanagara (Untar), Dwi Sulistyawati. 
 
Kesalahpahaman lainnya adalah adanya anggapan bahwa semua yang kuliah di jurusan desain interior hilirnya adalah selalu menjadi desainer.  Padahal menurut Dwi, di dalam jurusan desain interior akan diajarkan berbagai macam ilmu mulai dari memilih bahan, desain itu sendiri, mengestimasi harga, hingga bisnis juga bagaimana menjual jasanya ke konsumen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi belajar desain interior itu tidak harus jadi desainer kok.  Ada yang bisa jadi estimator, marketing yang menjembatani dengan klien, dosen, atau buka usaha sendiri. Jadi desainer sendiri pun banyak ragamnya, ada yang spesialisasi komersial, residence, bahkan ada yang khusus desainer kamar mandi, kitchen," bebernya.
 
Selain itu, banyak pelajar yang takut untuk masuk ke jurusan desain interior karena adanya anggapan, bahwa untuk masuk ke bidang ini seseorang harus jago menggambar dan matematika.  "Tidak harus jago gambar, karena sekarang teknologi sudah canggih ya untuk mendukung gambar. Jadi enggak harus jago, tapi kalau bisa gambar lebih baik. Karena pada dasarnya nanti kita akan mengajarkan dari awal juga, dan itu sangat bisa dilatih," ungkap Dwi.
 
Namun skill dasar terpenting yang harus dimiliki untuk masuk ke dunia desain interior ternyata adalah memiliki passion. "Enggak harus jago gambar, jago matematika, tapi harus punya passion, mental," tegas Dwi.
 
Hal ini diperkuat oleh Creative Director Vershome, Roni Timothy.  Alumnus Desain Interior Untar ini mengatakan, bahwa di era disrupsi teknologi ini peluang kerja di bidang desain interior justru semakin cerah dan terbuka lebar. 
 
"Apalagi di era sosmed (media sosial) ya.  Ruang kerja kita juga tidak sebatas ruang dan bangunan lagi, bisa buat layout di games, dunia film, industri di luar lebih luas lagi," terang desain Interior Spesialis Exhibition ini.
 
Saat ini, Roni memilih berkarier dengan membuka usaha dan membuat merek sendiri di bidang desain interior.  "Kalau saya passion-nya lebih ke spesialisasi di exhibition," kata Roni.
 
Roni pun memberikan tips kepada mahasiswa yang kini tengah belajar desain interior bagaimana jalur yang harus ditempuh seusai lulus nanti.  Berdasarkan pengalamannya, ketika lulus dari Untar, Roni memilih untuk kerja dengan orang atau perusahaan di bidang desain interior terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
 
"Jadi kita belajar dengan orang yang tepat dulu, bisa company ataupun perorangan yang sifatnya kita bisa dimentorin. Bagaimana desain dan produksi yang benar, sampai akhirnya pede (percaya diri) bisa membuka usaha sendiri. Saya juga belajar, jadi lebih tersupervisi," ungkap Roni.
 
Jurusan Desain Interior, Tak Sekadar Ilmu Mendekorasi Ruangan
Creative Director Vershome, Roni Timothy. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
 
Terkait dengan hal itu, Kaprodi Desain Interior Untar, Maitri Widya Mutiara mengatakan, bahwa pihaknya juga terus mendekatkan mahasiswanya dengan dunia industri.  Untuk itu, ia sangat bersyukur dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
 
Bahkan melalui MBKM pula, memungkinkan kampus untuk mengundang praktisi dari dunia industri.  Salah satunya melalui kolaborasi yang Untar lakukan dengan praktisi dari Terazzo dan Vershome.
 
"Secara akademik sekarang yang banyak bicara adalah MBKM, di mana tujuan utamanya mendekatkan mahasiswa agar siap bekerja di industri," terangnya.
 
Untar menggelar lokakarya Terazzo yang digelar di Studio Vershome pekan lalu.  Lokakarya ini diperuntukkan bagi mahasiswa program Studi Desain Interior Untar dan melibatkan spesialis studio desain interior Vershome, TerrazzoWSP, dan Mapei Indonesia.
 
"Dulu kami sering undang praktisi datang ke kampus. Tapi sekarang kami ingin bawa mahasiswa keluar kampus, supaya mereka bisa praktik langsung. Tidak hanya terkait magang, tapi ini mereka ketemu orang baru. Sehingga muncul kolaborasi dengan Vershome, TerrazzoWSP, dan Mapei," terang Maitri.
 
Ia mengatakan, lokakarya akan menambah pengalaman mahasiswa desain interior Untar terkait kebutuhan industri. Apalagi tren desain interior saat ini semakin diminati masyarakat.
 
Saat ini, kebutuhan komersial di bidang desain interior sangat banyak. Banyak kantor yang me-redesain lagi kantornya, supaya menjadi lebih kreatif. Itu tugas kami di interior yaitu membangun suasana melalui fisik ruangan," imbuh dia.
 
Baca juga:  Mengulik Jurusan Desain Interior, Prospek Kerja Hingga Kampus Pilihannya
 
Maitri pun menyingung tentang minat pelajar untuk masuk ke bidang desain interior yang semakin meningkat saat ini.  "Saat pandemi pastinya semua jurusan terpengaruh. Kami berharap di 2022 ini semakin stabil, sehingga masalah finansial bagi orang tua siswa tidak masalah lagi. Ini saja sudah meningkat lagi minat calon mahasiswa," kata Maitri.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif