Algae Berpotensi Jadi Bahan Bakar Nabati. Reuters/Darley Shen
Algae Berpotensi Jadi Bahan Bakar Nabati. Reuters/Darley Shen

Mata Pelajaran Biologi

Biologi Kelas X: Jenis, Ciri-ciri, dan Manfaat Lumut

Citra Larasati • 03 Januari 2022 15:00
Jakarta:  Kamu pasti pernah melihat jenis tanaman yang satu ini di banyak bangunan kosong atau lembab.  Warnanya hijau, bentuknya kecil sehingga tidak bisa dibedakan mana akar, batang, dan daun secara jelas.
 
Ya, dia adalah lumut.  Si tanaman yang pertama kali bisa tumbuh di tempat yang lembab dan tidak terawat adalah lumut. Ini karena spora lumut sifatnya ringan sehingga mudah terbawa angin, untuk kemudian berkecambah menjadi tumbuhan lumut dewasa di tempat yang lembab.
 
Nah tumbuhan lumut itu punya kemampuan untuk melunakkan tanah dan bebatuan, sehingga keberadaan lumut bisa menyebabkan tersedia cukup nutrisi untuk tanaman lain bisa tumbuh dan berkembang. Ini nih, alasan kenapa lumut disebut sebagai vegetasi perintis, atau tanaman pelopor bagi tanaman lain untuk tumbuh. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lumut sendiri merupakan tumbuhan yang ukurannya kecil, jadi umumnya belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daunnya secara jelas.  Sebelum kita masuk ke pembahasan ciri-ciri dan manfaat lumut berdasarkan klasifikasinya, sekarang kita bahas ciri-ciri lumut secara umum terlebih dahulu, ya!

Secara umum lumut memiliki lima ciri yang harus kamu ketahui, yakni:

  1. Belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daunnya.
  2. Akarnya berupa akar semu (rhizoid).
  3. Tidak punya berkas pembuluh (xilem dan floem).
  4. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) antara fase gametofit (fase penghasil gamet) dan fase sporofit (fase penghasil spora).
  5. Pada saat fase gametofit, lumut dapat membentuk gametangia (struktur penghasil gamet) berupa anteridium yang menghasilkan gamet jantan (spermatozoid), serta arkegonium yang menghasilkan gamet betina (ovum).
Setelah tahu ciri-ciri lumut secara umum, kita bahas ciri-ciri dan manfaat lumut bagi kehidupan berdasarkan klasifikasinya, yuk! Lumut sendiri diklasifikasikan menjadi tiga jenis yakni lumut hati (hepaticopsida), lumut tanduk (anthocerotopsida), dan lumut daun (bryopsida).

Lumut Hati (Hepaticopsida)

Hepaticopsida atau lumut hati merupakan lumut dengan bentuk tubuh lembaran dan pipih. Lumut ini umumnya bertahan hidup dengan menempel pada substrat, salah satunya berupa bebatuan, dengan bantuan rhizoid-nya. Oh iya, lumut hati ini biasa ditemukan di habitat yang lembab seperti hutan hujan tropis dan permukaan sungai atau danau.

Ciri-Ciri Lumut Hati

  1. Bentuk tubuh atau gametofitnya, umumnya berupa lembaran pipih, maupun berlobus.
  2. Banyak ditemukan di tempat lembab, seperti hutan hujan tropis.
  3. Gametangia atau struktur penghasil gametnya berbentuk seperti payung.
  4. Sporofitnya terletak menggantung pada gametofit betina.

Manfaat Lumut Hati

Lumut hati ini diketahui berpotensi untuk dimanfaatkan di dunia kesehatan. Lumut hati ini diduga bermanfaat untuk mengobati penyakit hepatitis C karena mengandung senyawa antivirus.
 
Selain itu, beberapa lumut hati juga diketahui mengandung senyawa antibakteri, antifungi bahkan senyawa lain yang bisa mematikan sel kanker. Tapi, penelitiannya masih dikaji lebih jauh, ya. 

Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Coba kamu perhatikan selokan di lingkungan sekitar kamu! Ada lumutnya, enggak? Nah kalau ada lumutnya, biasanya lumut yang hidup di situ merupakan lumut tanduk, teman-teman.

Ciri-Ciri Lumut Tanduk

  1. Bentuk tubuh atau gametofitnya, umumnya seperti lembaran.
  2. Habitatnya di daerah dengan kelembaban yang tinggi.
  3. Sporofitnya tumbuh menjulang pada gametofit, berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk, oleh karena itu dinamakan lumut tanduk.
  4. Memiliki kapsul spora yang membukanya tidak bersamaan, tapi dimulai dari bagian atas sporofit sampai ke bagian bawah.

Manfaat Lumut Tanduk

Nah, lumut tanduk ini juga punya beberapa manfaat, lho. Salah satunya adalah untuk melindungi benih ikan. Oleh karena itu, lumut tanduk ini biasanya ikut ditambahkan di bagian dasar akuarium.
 
Selain itu, lumut tanduk juga umumnya merupakan tumbuhan pertama yang hidup di suatu lingkungan lembab karena mereka memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan sianobakteri pengikat nitrogen.
 
Baca juga:  Di Mojokerto, Lumut Disulap Jadi Makanan Sehat

Lumut Daun (Bryopsida)

Jenis lumut yang terakhir yaitu lumut daun. Lumut daun melekat di bagian akar pada tempat tumbuhnya. Bentuknya berupa lembaran spiral dan berwarna hijau muda.
 
Lumut daun tumbuh pada permukaan tanah yang lembab, batang pohon, hingga bebatuan yang lembab. Oleh karena itu, kalau kamu berjalan di atas permukaan tanah yang lembab dan banyak lumutnya, jadinya licin, kan? 

Ciri-Ciri Lumut Daun

  1. Gametofitnya memiliki akar rhizoid, dengan struktur ‘daun’ yang melekat langsung pada batang.
  2. Sporofit umumnya tumbuh menumpang pada gametofit, berbentuk tegak dengan tangkai dan kapsul di bagian atasnya.
  3. Sporofit berwarna hijau ketika muda, tapi akan berubah warna kecoklatan ketika sudah matang dan siap mengeluarkan spora.
  4. Beberapa anggotanya memiliki kutikula di bagian ‘daun’ yang dapat mencegah hilangnya air.

Manfaat Lumut Daun

Nah, lumut daun ini memiliki manfaat yang penting banget untuk menjaga keseimbangan ekosistem kita. Salah satunya, karena lumut daun bisa berperan buat menangkap dan ‘menyimpan’ karbondioksida, atau istilahnya carbon sequestration, sehingga bisa meminimalisir pemanasan global.
 
Selain itu, lumut daun juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar, lho! Wah, keren banget ya!
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif