Dari kiri Rania Fauzia Djausin, Muhammad Hamka Syahrial dan Rafli Noer Khairam - Unair
Dari kiri Rania Fauzia Djausin, Muhammad Hamka Syahrial dan Rafli Noer Khairam - Unair

Jangan Bingung Lagi, Mahasiswa Unair Bagikan Tips Raih Beasiswa Bergengsi

Renatha Swasty • 20 September 2022 14:34
Jakarta: Beasiswa untuk kuliah di luar negeri jadi incaran banyak orang. Namun, lolos seleksi beasiswa bukan perkara mudah.
 
Tak semua orang bisa lolos seleksi beasiswa dalam sekali coba. Apalagi, beasiswa bergengsi yang pasti seleksi sangat ketat.
 
Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) membagian tips meraih beasiswa bergengsi. Salah satunya, berlatih mengisi soal secara online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerima beasiswa exchange program (IISMA) Rania Fauzia Djausin menyebut berlatih mengisi soal ialah bekal awal. Selanjutnya, wajib memaksimalkan nilai semester.
 
Rania menceritakan saat mendaftar IISMA, rentang waktu sangat mepet dan memiliki kendala pada penulisan esai. “Karena pada saat mendaftar saya merupakan periode pertama IISMA dibuka,” beber dia dalam Get Talkshow Scholarship diutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 20 September 2022.
 
Dia menekankan untuk menjadi penerima beasiswa tidaklah harus menjadi orang pintar. Namun, kuncinya memiliki keunggulan. Dia menyebut semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih beasiswa.
 
Penerima beasiswa YBM BRI, Rafli Noer Khairam, mengatakan mempertahankan nilai semester dan aktif berorganisasi ialah nilai tambah dalam mendaftar beasiswa. Penyelenggara beasiswa cenderung merekomendasikan mahasiswa yang aktif berorganisasi.
 
Rafli juga menekankan dalam tahap pendaftaran, mahasiswa harus cermat dan teliti memenuhi requirement tiap beasiswa. Dia mengingatkan kesiapan pengumpulan berkas pendaftaran menjadi hal penting dalam proses seleksi. Rafli menyebut beasiswa YBM BRI hanya untuk pendaftar beragama muslim.
 
“Untuk YBM BRI ini dikhususkan untuk beragama muslim, karena mayoritas dari program sosialnya cenderung pada program sosial islami,” beber penerima beasiswa Wikimedia itu.
 
Selain itu, penting juga bagi mahasiswa inisiatif dan berani meminta bantuan kepada awardee sebelumnya karena hal tersebut dapat membantu signifikan dalam proses pendaftaran. Salah satunya, penulisan esai tentu memerlukan proofreading.
 
Rafli juga mengimbau penerima beasiswa bertanggung jawab. Salah satunya tetap mempertahankan prestasi akademik dan non akademik.
 
“Apa yang kamu tanam itu yang akan kau tuai. Menanamlah kebaikan dan percayalah di waktu yang akan datang akan menuai kebaikan,” tutur dia.
 
Baca juga: Tak Perlu Takut Ribet Lagi, Ini 3 Beasiswa Tanpa Surat Rekomendasi
 

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif