Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tips Memilih Sekolah yang Bisa Optimalkan Potensi Anak

Pendidikan Kualitas Pendidikan PPDB 2020
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Mei 2020 10:10
Jakarta: Dewan Pendidikan Surabaya Martadi membeberkan sejumlah siasat dalam memilih sekolah yang baik untuk anak. Salah satunya, dengan mempertimbangkan ada tidaknya konsep Merdeka Belajar di sekolah yang dituju guna mengoptimalkan potensi anak.
 
"Sehingga konsep merdeka belajar, pemikiran mendasar tentang anak, anak unik, tidak semua sama, karakter berbeda. Semua anak punya potensi untuk sukses," kata Martadi dalam Webinar yang digelar Universitas Negeri Surabaya bertajuk ‘Strategi Memilih Sekolah yang Tepat Bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19’, Selasa, 20 Mei 2020.
 
Menurut Martadi, orang tua bisa melihat dari visi dan misi yang diusung sekolah. Ini penting guna mengetahui peta jalan sekolah yang bakal jadi tempat menimba ilmu sang anak. Ia menegaskan, memilih sekolah untuk anak tak boleh sekadar tergiur brosur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekolah bagus, bukan dari brosur. Ini tercermin bisa dilihat visi dan misi, ini cek. Karena itu roadmap, outcome ke mana," ujarnya.
 
Baca:Pentingnya Menjaga Psikologis Anak saat Memilih Sekolah
 
Martadi menambahkan orang tua bisa melihat apakah sekolah tersebut mampu menghargai keunikan dan potensi anak. Sisi kurikulum juga bisa ditelisik, sejauh mana bisa menyesuaikan dengan personal masing-masing anak.
 
"Enggak boleh kurikulum nasi rames, semua anak dikasih materi sama, ngajarnya sama, ujiannya sama itu, nasi rames. Kalau saya, personalized kurikulum, anak-anak harus diberi pilihan," terangnya.
 
Orang tua juga harus melihat kompetensi guru, apakah sudah menerapkan konsep merdeka belajar. Misalnya, melakukan penilaian tidak hanya berdasarkan statistik.
 
"Perilaku ditekankan, rasa hormat, tawadhu kepada guru, orang tua,"ujarnya.
 
Para orang tua juga disarankan memantau kepemimpinan lembaga pendidikan yang dituju. Harus juga dicek sejauh mana prestasi sekolah benar-benar berasal dari ekstrakulikuler.
 
"Bukan karena orang tua, alumni cek, banyak sukses berarti sudah tertangani dengan baik. Sarana dan prasarana terakhir, jangan dibalik," tegasnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif