Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Tiga Kunci Agar Jurnal Ilmiah Lolos dari Pengulas

Pendidikan Publikasi Ilmiah
Citra Larasati • 02 Desember 2019 13:40
Jakarta: Setiap akademisi memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian dan mempublikasikan jurnal ilmiahnya sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi. Namun sering kali jurnal tersebut gagal dipublikasikan, salah satunya karena terhambat pada tahap review jurnal yang dilakukan oleh reviewer atau pengulas.
 
Prof Wing Yan Michael Chan PhD dari Universitas Nasional Chung Cheng mengatakan,
publikasi jurnal dilakukan sebagai tolok ukur dalam menilai kinerja setiap akademisi. Ia pun membagikan pengalamannya dalam menghadapi pengulas di tahapreviewjurnal.
 
Chan mengatakan, pada tahap ini memang sangat krusial. Pengulas biasanya akan memberikan pertanyaan, kritik, dan saran terkait topik yang diajukan oleh peneliti. “Di sini saya akan membagikan bagaimana cara menjawab pertanyaan dari pengulas secara tepat,” ungkap Chan saat didapuk menjadi pemateri kunci dalam acara"World Class Professor (WCP)", Institut Teknologi Sepuluh Nopember bekerja sama dengan American Institute of Chemical Engineers (AIChE), di Kampus ITS, Surabaya, seperti dikutip dari laman resmi ITS, Senin, 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejatinya, kata Chan, sebuah penelitan itu harus dimulai dari ketertarikan seseorang pada sebuah topik. Seorang peneliti harus mampu mengenali dirinya sendiri secara mendalam terkait topik penelitian yang digemari.
 
“Sehingga ketika sudah terjun dalam penelitian tersebut tidak akan akan terjadi perasaan menyesal karena merasa masuk ke jurusan dan laboratorium yang tidak sesuai dengan minat,” ucap dosen Universitas Nasional Chung Cheng ini.
 
Pria yang akrab disapa Prof Chan ini menuturkan, tujuan dari penulisan sebuah jurnal tidak lain adalah untuk menyosialisasikan hasil temuan dan penyebaran informasi. Dengan tujuan tersebut, peneliti harus dapat menyusun sebuah jurnal secara runtut kepada para pembaca.
 
Jurnal yang baik, lanjutnya, adalah jurnal yang memiliki alur yang tepat, sehingga pembaca, baik yang berkecimpung dalam bidang tersebut ataupun awam dapat memahami alur berpikir dari pengarang.
 
“Sehingga kita harus tahu kesimpulan dan hal yang bisa dipetik dari penelitian yang kita lakukan tersebut,” ungkapnya.
 
Berdasarkan sepak terjangnya dalam dunia penelitian selama ini, ia sering melihat bahwa peneliti mengalami kesulitan pada saat berada di tahap review jurnal. Pada tahap ini, jurnal ilmiah perlu diulas terlebih dahulu sebelum dipublikasikan ke dalam suatu platform.
 
Di sinilah titik penentu berhasil tidaknya sebuah jurnal untuk dipublikasikan. Ada tiga kunci untuk dapat lolos menjawab pertanyaan pengulas, antara lain peneliti mampu menyebutkan pengalaman tambahan yang sejalan dengan penelitian yang diajukan, peneliti mampu mengedukasi pengulas, dan pemahaman bahwa yang dikatakan oleh pengulas tidaklah selalu benar sehingga boleh untuk dikoreksi.
 
Ia juga menambahkan, biasanya pengulas akan sering menanyakan mengenai pengalaman lain dari peneliti. Kunci untuk menjawab pertanyaan ini adalah peneliti harus mampu menyebutkan pengalaman yang sejalan dengan topik jurnal yang diajukan.
 
“Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah pada penelitian tersebut,” imbuh Chan.
 
Di sisi lain, pria yang sudah bergelut dengan jurnal ilmiah sejak1998 ini pun mengakui bahwa terkadang ada pengulas yang tidak seberapa tahu mengenai topik dalam jurnal yang diajukan, namun tak jarang hanya sekadar ingin menguji. Pengujian tersebut dilakukan untuk mencari tahu mengenai kapabilitas peneliti dari topik yang diteliti.
 
Terakhir, Chan menggaris bawahi bahwa sesuatu yang dilontarkan oleh pengulas tidak selamanya benar. Maka sangat diperkenankan untuk mengoreksi apa yang diutarakan oleh pengulas. Oleh karena itu, penguasaan materi dan teori terhadap topik yang diteliti sangatlah penting.
 
“Dalam konteks ini peneliti harus mampu mengkomunikasikan jurnalnya untuk menjawab pertanyaan dan kritikan dari pengulas,” tandasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif