Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Tips Menjadi Ilmuwan Dunia Ala Diaspora di Jepang

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 14 November 2019 12:04
Jakarta: Menjadi ilmuwan, terlebih lagi yang berkelas dunia tidak terjadi dalam satu malam, melainkan membutuhkan proses panjangan. Tidak pula hanya sekadar rajin belajar, namun ternyata didukung oleh pembiasaan-pembiasaan kecil yang sering dianggap kurang penting oleh masyarakat pada umumnya.
 
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kuliah umum bertajuk 'How To be an International Scientist: a Story of The Development of Advanced Microwave Remote Sensing Technology' di FP UNS. Salah satu pembicaranya adalah pakar dari Center for Enviromental Remote Sensing, Chiba University Jepang, Josaphat Tetuko Sri Sumaryanto, pemilik banyak paten di bidang teknologi pencitraan (radar).
 
Josaphat berbagi kunci, bagaimana untuk menjadi seorang ilmuwan. Menurutnya, untuk menjadi ilmuwan, seseorang dapat memulai dari hal-hal kecil seperti rajin membuat catatan kecil sebagai budaya ilmuwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian membiasakan melakukan riset, menyusun peta jalan (roadmap)hidup dan cita-cita berikut cara mewujudkannya."Kita juga harus sering mendengarkan isu global untuk melihat posisi Indonesia dalam riset dunia. Kemudian kita juga harus terbiasa melihat, mengkaji, dan menggambarkan fenomena di sekeliling kita. Hal itu akan mengembangkan kemampuan teori kita. Juga, jangan jadikan penghargaan sebagai tujuan, tetapi bonus," papar Josaphat dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis,14 November 2019.
 
Ia menyampaikan, bahwa ada beberapa kepribadian yang harus dimiliki ilmuwan berkelas dunia. Yakni berkepribadian sopan dan santun dengan semangat positif, selalu menjaga cita-cita dan ide, menjaga harga diri, berbicara dan berpikir positif.
 
“Untuk menjadi ilmuwan berkelas dunia, kita harus selalu optimistis dengan masa depan, memiliki semangat tinggi, dan mampu bangkit dari kegagalan. Lalu bagikan pengetahuan yang kita punya ke seluruh dunia,” ujarnya.
 
Mahasiswa memang dituntut memiliki soft skill sebagai bekal menjalankan beragam bidang profesi, salah satunya ilmuwan. Sebuah institusi pendidikan pun harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul secara global.
 
“Topik kuliah hari ini diharapkan dapat mengisi dua aspek sekaligus, yakni wawasan tentang teknologi pencitraan radar dan aplikasinya dalam sektor pertanian. Juga semoga dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi ilmuwan dan pribadi positif yang siap berkompetisi global serta menjadi leading scientist di bidangnya,” tuturnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif