Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Ragam Dampak Pola Asuh Terhadap Pertumbuhan Karakter Anak

Pendidikan kpai psikologi anak tumbuh kembang anak Pola Asuh
Arga sumantri • 04 Desember 2020 15:38
Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI) Retno Listyarti menegaskan, pola asuh menjadi faktor penting dalam pertumbuhan psikologis dan karakter anak. Ada beberapa dampak yang timbul akibat jenis pola asuh yang diberikan orang tua terhadap anak
 
Retno menerangkan, anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang baik akan menunjukkan pengendalian diri dan perilaku sosial yang baik pula. Sebab, mereka tidak dibesarkan dengan kekerasan. Ketika anak-anak melanggar aturan, orang tua menerapkan disiplin yang adil dan konsisten.
 
Orang tua yang demikian, kata Retno, menunjukkan pemahaman emosional dan kontrol diri yang baik. Orang tua demikian juga dinilai bisa bertindak sebagai panutan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka anak-anak juga menjadi belajar untuk mengatur emosi mereka sendiri dan belajar bagaimana untuk memahami orang lain," kata Retno melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Ia menekankan, pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang sangat memengaruhi keadaan depresi pada anak dan remaja. Baik itu menjadi faktor yang mencegah atau pun yang menyebabkan. 
 
"Remaja yang terpapar oleh kekerasan dan diabaikan oleh orang tuanya cenderung berperilaku pemberontak, menggunakan obatan-obatan terlarang, dan menunjukan gejala depresi serta keinginan untuk bunuh diri di kemudian hari," ujarnya.
 
Baca: Simak, Kiat Sukses Berkarir Selepas Kuliah
 
Kemudian, kata dia, kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak juga berkorelasi dengan perkembangan regulasi emosi anak dan perilakunya yang buruk di kemudian hari. Sebagai contoh, anak kehilangan kemampuan untuk menenangkan dirinya, menghindari kejadian-kejadian provokatif dan stimulus yang memicu perasaan sedih dan marah, 
 
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini juga akan sulit menahan diri dari sikap kasar yang didorong oleh emosi yang tidak terkendali. Sikap kasar dan ketidakmampuan mengendaikan emosi yang ditunjukkan oleh orang tua tertransmisikan kepada anak melalui interaksi. 
 
"Hal ini terjadi karena anak cenderung mengimitasi (meniru) sikap orang tua yang mereka lihat," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif