Selain mengetahui waktu dan tata cara memotong kuku, sebagian umat Islam juga membaca doa sebelum melakukannya. Lantas, seperti apa bacaan doa memotong kuku dalam bahasa Arab, latin, dan artinya?
Melansir dari laman Mozaik Inilah, terdapat bacaan doa yang dapat diamalkan sebelum memotong kuku. Berikut selengkapnya.
Doa Memotong Kuku Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan doa memotong kuku yang dicantumkan dalam sumber tersebut adalah:Arab:
بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ
Latin:
Bismillah wa billahi wa 'ala sunnati muhammadin wa ali muhammadin shalawatullahi wa salamuhu 'alaihim.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, dan karena Allah, serta mengikuti sunah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, semoga rahmat Allah dan salam-Nya senantiasa tercurah kepada mereka.”
Urutan Memotong Kuku Menurut Islam
Dalam praktiknya, terdapat panduan urutan memotong kuku yang umum digunakan. Untuk tangan, urutannya dimulai dari bagian kanan, yaitu jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking, kemudian jempol.Setelah tangan kanan selesai, dilanjutkan ke tangan kiri dengan urutan kelingking, jari manis, jari tengah, telunjuk, kemudian jempol.
Untuk kuku kaki, urutan yang umum digunakan dimulai dari kelingking kaki kanan hingga jempol. Setelah itu dilanjutkan dari jempol kaki kiri hingga kelingking.
Namun, urutan tersebut tidak perlu dianggap sebagai aturan yang wajib. Melansir dari laman Mozaik, mencatat bahwa tidak terdapat hadis sahih maupun hasan yang secara khusus menetapkan urutan jari ketika memotong kuku.
Pendapat Imam an-Nawawi
Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Muslim bahwa memotong kuku tangan dapat dimulai dari telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, jari manis, kelingking, dan jempol tangan kanan.Sementara untuk kuku kaki, urutannya dilakukan secara berurutan dari kelingking kaki kanan hingga kelingking kaki kiri.
Pendapat Imam al-Ghazali
Imam al-Ghazali memiliki panduan yang sedikit berbeda. Urutan memotong kuku tangan dimulai dari telunjuk kanan, jari tengah, jari manis, dan kelingking kanan.Selanjutnya, urutan berpindah ke kelingking kiri, jari manis, jari tengah, telunjuk, jempol kiri, dan terakhir jempol kanan.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa umat Islam tidak perlu mempermasalahkan urutan jari secara berlebihan. Yang utama adalah menjaga kebersihan dan tidak menganggap satu urutan tertentu sebagai kewajiban agama.
Jangan Biarkan Kuku Lebih dari 40 Hari
Selain tata cara, Islam juga memberikan batas waktu dalam merawat kuku. Kuku tidak dianjurkan dibiarkan terlalu panjang hingga melewati 40 hari.Hal tersebut berdasarkan hadis dari Anas bin Malik RA yang diriwayatkan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut disebutkan adanya batas waktu agar kuku, kumis, bulu ketiak, dan bulu kemaluan tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.
Artinya, memotong kuku sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan diri. Tidak perlu menunggu sampai kuku terlalu panjang atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan demikian, membaca doa sebelum memotong kuku dapat menjadi salah satu bentuk mengingat Allah. Sementara dalam pelaksanaannya, umat Muslim dapat mendahulukan bagian kanan dan mengikuti panduan urutan yang dijelaskan para ulama, tanpa menganggapnya sebagai ketentuan wajib yang memiliki satu urutan mutlak.
(Ellen Octovia Suherman)