Seminar Nasional bersama IKAL PPRA 67 Lemhannas RI di UPH. Foto: UPH
Seminar Nasional bersama IKAL PPRA 67 Lemhannas RI di UPH. Foto: UPH

Jangan Asal 'Copas'! ini Do's and Don'ts Pakai AI Buat Nugas Biar Otak Tetap Jalan

Ilham Pratama Putra • 01 September 2026 14:25
Ringkasnya gini..
  • AI dapat membantu pelajar memahami materi dan mencari informasi.
  • Jawaban AI tetap perlu diverifikasi dengan sumber tepercaya.
  • Pelajar perlu tetap berpikir kritis dan tidak menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI.
Jakarta: Kecerdasan buatan (AI) semakin mudah digunakan pelajar untuk mencari informasi, memahami materi, hingga membantu menyelesaikan tugas. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis agar informasi yang diberikan AI tidak diterima begitu saja.

Vice President of External Affairs Universitas Pelita Harapan (UPH) Jerry Sambuaga mengatakan AI, termasuk ChatGPT, dapat menjadi alat yang membantu proses pembelajaran. Meski demikian, pelajar tetap perlu memverifikasi informasi dan menggunakan kemampuan sendiri untuk menilai serta mengambil keputusan.

"Penggunaan AI seperti ChatGPT dapat membantu pekerjaan dan pembelajaran, tetapi tetap perlu diimbangi kemampuan manusia untuk memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan," kata Jerry dalam dalam keterangan tertulis dikutip Selasa 1 September 2026. 
Menurut Jerry, perkembangan AI membuat kemampuan manusia tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Generasi muda juga perlu memiliki soft skills dan kemampuan beradaptasi agar teknologi dapat digunakan secara optimal tanpa menggantikan kemampuan manusia untuk berpikir dan mengambil keputusan.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari pelajar ketika menggunakan AI sebagai bahan belajar?

Do's and Don'ts Pakai AI dalam Belajar

Do's

1. Jadikan AI sebagai alat bantu, bukan sumber kebenaran tunggal

AI dapat membantu menjelaskan suatu materi, memberikan gambaran awal mengenai sebuah topik, atau membantu mencari ide. Namun, jawaban AI tetap perlu diperlakukan sebagai bahan awal yang harus diperiksa kembali.

Pelajar sebaiknya membandingkan informasi dari AI dengan buku, jurnal, laman resmi, atau sumber tepercaya lainnya. Cara ini penting untuk menghindari kesalahan informasi yang mungkin muncul dalam jawaban AI.

2. Gunakan AI untuk memahami materi yang sulit

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menjelaskan konsep yang belum dipahami. Pelajar dapat meminta penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana, contoh tambahan, atau sudut pandang berbeda. Namun, tujuan akhirnya tetap memahami materi, bukan sekadar mendapatkan jawaban.

3. Tetap asah kemampuan nonteknis

Kemampuan menggunakan AI perlu berjalan beriringan dengan soft skills. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan tetap diperlukan meskipun teknologi semakin berkembang.

Jerry mengatakan kesiapan menghadapi perubahan teknologi membutuhkan penguatan soft skills dan upskilling generasi muda. "Di era AI, ada lima aspek yang perlu terus kita perkuat, yaitu ketahanan bangsa, literasi digital, kepemimpinan, generasi muda, dan kolaborasi," ujarnya.

Don'ts

1. Menelan mentah-mentah jawaban AI

Salah satu risiko penggunaan AI dalam pembelajaran adalah munculnya jawaban yang terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu benar. Karena itu, kemampuan berpikir kritis tetap diperlukan. Pelajar perlu mempertanyakan dari mana informasi berasal, apakah masuk akal, dan apakah terdapat sumber lain yang mendukungnya.


2. Serahkan seluruh proses berpikir kepada AI

Jerry mengingatkan pentingnya kemampuan manusia untuk mengambil keputusan di tengah perkembangan teknologi. Karena itu, pelajar sebaiknya tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir. Gunakan AI untuk membantu mengeksplorasi suatu persoalan, kemudian lakukan analisis dan tarik kesimpulan dengan pemahaman sendiri.

Menurut dia, berbagai kemampuan tersebut penting agar generasi muda memiliki pemahaman dan arah yang jelas dalam menghadapi perubahan teknologi. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab. 

"Selain kemampuan teknologi, karakter dan kemampuan berpikir kritis perlu tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan