Ilustrasi. Medcom.id/Citra Larasati
Ilustrasi. Medcom.id/Citra Larasati

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Sering Diujikan dalam UTBK, Pahami Materi Majas Litotes Beserta Contoh Kalimatnya

Pendidikan Bahasa Indonesia UTBK Mata pelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN 2022 Majas litotes
Medcom • 12 Mei 2022 19:27
Jakarta:  Ketika disuntik, pernahkah Sobat Medcom sengaja mengatakan ‘tidak sakit’ agar orang lain tak merasa takut? Atau saat diminta menilai sebuah karya, pernahkah Sobat Medcom memujinya hanya karena tak enak hati?
 
Ungkapan yang demikian rupanya tergolong sebagai majas litotes yang dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Gaya bahasa ini mengandung pernyataan yang bertentangan dengan kenyataan. 
 
Majas litotes termasuk salah satu materi bahasa Indonesia yang diujikan dalam UTBK-SBMPTN. Untuk itu, mari simak pembahasan mengenai majas litotes berikut yang dikutip dari Zenius.

Definisi Majas Litotes

Majas litotes adalah pernyataan yang memperkecil atau melemahkan sesuatu dengan memberi pernyataan yang berlawanan dengan keadaan asli.  Litotes berasal dari bahasa Yunani yang berarti kesederhanaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kata lain, majas litotes dapat didefinisikan sebagai pernyataan yang sifatnya lebih dinetralisisasi atau direndahkan.  Itulah sebabnya, ada pula yang memaknai majas litotes sebagai upaya ‘merendah untuk meroket’. Meskipun ketika diungkapkan terkesan merendah, tapi realitanya terkesan meninggi.

Ciri-ciri majas litotes

Berdasarkan definisi di atas, majas litotes dapat disimpulkan memiliki tiga ciri khas. Pertama, pernyataan yang disampaikan berlawanan dengan keadaan sebenarnya.
 
Selanjutnya, kata-kata yang digunakan terkesan merendahkan atau menetralisisasi keadaan sebenarnya. Bahkan, terkadang juga menggunakan kata pembanding, seperti, lebih, sama, dan sebagainya.
 
Tak cuma dalam bahasa Indonesia, majas litotes juga digunakan dalam bahasa Inggris. Ciri-cirinya pun kurang lebih sama, salah satunya merupakan understatement atau ungkapan yang merendahkan keadaan sebenarnya.
 
Ciri khas lainnya ialah bersifat berlawanan dengan kenyataan, biasanya dibuat dengan menghilangkan kata sifat yang ekstrem.
 
Hal ini dilakukan dengan membuat kalimat negatif menggunakan kata “not” dan kata sifat yang berlawanan dengan realitas. Misalnya, ketimbang mengatakan “it is good”, kata “it is not bad” yang digunakan.

Fungsi majas litotes

Meski sepintas terdengar menjengkelkan, majas litotes dapat menjaga perasaan orang lain. Kata-kata yang digunakan pun jadi terkesan lebih sopan.
 
Selain dalam percakapan sehari-hari, majas litotes juga digunakan dalam penulisan puisi. Majas ini berfungsi membiaskan makna realitas suatu hal pada puisi, sehingga maknanya menjadi lebih luas.

Contoh majas litotes

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh majas litotes dalam sebuah kalimat:
 
1.  Rumah ini adalah hasil dari bisnis kecil milikku
Kenyataan: ‘Bisnis kecil’ sebenarnya bermakna besar dan menghasilkan banyak keuntungan.
 
2.  Terimalah hadiah sederhana dariku
Kenyataan: ‘Hadiah sederhana’ sebenarnya bermakna hadiah mahal.
 
3.  Aku tidak punya uang kecil, biar aku saja yang bayar
Kenyataan: ‘Tidak punya uang kecil’ sebenarnya bermakna punya uang banyak. Saking banyaknya, dia sanggup mentraktir orang lain.
 
Baca juga:  Mengenal Teks Narasi: Struktur, Unsur, dan Jenis
 
Demikianlah pembahasan mengenai majas litotes. Kalau diingat-ingat lagi, seringkah Sobat Medcom menggunakan ungkapan ini ketika berbicara dengan orang lain? (Nurisma Rahmatika)
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif