Ilustrasi menulis. Pexel
Ilustrasi menulis. Pexel

5 Cara Menulis Esai yang Menarik dan Mudah Dipahami

Medcom • 09 Maret 2022 18:58
Jakarta: Esai adalah karangan prosa yang membahas sekilas masalah dari sudut pandang pribadi penulis. Tulisan ini umumnya berisi opini terhadap suatu isu yang diperkuat dengan fakta-fakta terkait.
 
Dikutip dari Zenius, penulisan esai harus memuat tiga aspek. Pertama, aspek historis yang berisi latar belakang suatu masalah. Kedua, aspek rekreatif yang menjabarkan hubungan sebab-akibat dalam suatu masalah. Terakhir, aspek penghakiman yang merupakan bentuk penilaian penulis terhadap suatu masalah.
 
Agar sebuah esai mudah dipahami, ada sejumlah cara yang bisa diterapkan dalam penulisannya. Berikut lima cara menulis esai yang menarik dan mudah dimengerti:

1. Buat rumusan masalah

Langkah pertama adalah membuat rumusan masalah dari suatu topik. Rumusah masalah ini nantinya akan menjadi patokan dalam menulis esai.

Dalam artikel The University of Melbourne, terdapat tiga komponen yang perlu dilibatkan dalam membuat rumusan masalah. Pertama, content terms atau konten utama yang memuat pembahasan spesifik.
 
Kedua, limiting terms atau membatasi lingkup fokus penelitian. Terakhir, directive terms, yakni hal-hal yang biasa dilakukan dalam penulisan, seperti menganalisis, mendeskripsikan, membandingkan, dan sebagainya.
 
Sebagai contoh, Sobat Medcom ditugaskan menulis esai soal masalah lingkungan. Selanjutnya, buatlah rumusan masalah dengan menentukan konten utama yang lebih spesifik, seperti penjualan hewan langka ilegal.
 
Kemudian, tentukan batasan penelitian, semisal hanya berfokus pada pentingnya menghapus penjualan tersebut. Terakhir, directive terms ialah menjelaskan pentingnya menyudahi penjualan hewan langka ilegal.

2. Jelaskan argumen dan fakta pendukung

Cara menulis esai yang baik dan benar selanjutnya adalah memaparkan argumen beserta fakta pendukung. Fakta ini bisa ditemukan melalui riset dengan merangkum informasi dari sumber-sumber tepercaya.
 
Agar pencarian fakta lebih mudah, sebaiknya buatlah daftar pertanyaan mengenai penelitian yang sedang dibahas. Dengan begitu, Sobat Medcom tinggal melakukan riset sesuai pertanyaan-pertanyaan itu.

3. Tulis esai sesuai struktur

Setelah argumen dan fakta terkumpul, rangkailah kedua hal tersebut sesuai struktur penulisan esai. Struktur itu terdiri atas tiga komponen, yakni pembuka, isi, dan penutup.
 
Bagian pembuka memuat pernyataan umum tentang topik yang dibahas, pernyataan tesis untuk menggambarkan sekilas argumen, serta memberikan gambaran terkait penyajian argumen.
 
Bagian isi memuat penjabaran argumen dan fakta. Ini bisa dituliskan dalam bentuk paragraf, di mana tiap paragraf berfokus pada satu topik utama yang mewakili argumen. Bagian terakhir adalah penutup, yakni memuat kesimpulan yang memvalidasi argumen utama.

4. Masukkan daftar sumber atau rujukan

Usai menulis esai sesuai struktur, selanjutnya masukkan daftar referensi yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari plagiarisme. Selain itu, juga membuktikan bahwa sumber yang ditulis dalam esai benar-benar valid.

5. Evaluasi hasil esai

Cara menulis esai yang terakhir adalah mengevaluasi keseluruhan isi tulisan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengecek apakah ada bagian yang terlewat atau perlu diperbaiki.
 
Dengan memposisikan diri sebagai pembaca, Sobat Medcom juga bisa menilai apakah tulisan itu sudah menggunakan tata bahasa dan kosa kata yang benar, sehingga mudah dipahami.
 
Itulah lima cara menulis esai yang berbobot dan mudah dimengerti. Dengan menulis karangan prosa ini, kemampuan berpikir, pengetahuan verbal, dan logika bakal semakin terasah. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Masih Bingung Tulis Daftar Pustaka? Begini Caranya!
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan