Shandy Aulia dan Samuel Rizal saat berkunjung me ruang redaksi Medcom.id, Senin, 22 Januari 2018, Medcom.id - Ririn
Shandy Aulia dan Samuel Rizal saat berkunjung me ruang redaksi Medcom.id, Senin, 22 Januari 2018, Medcom.id - Ririn

Shandy Aulia Sarankan Calon Mahasiswa Ambil Jurusan Sesuai Passion

Pendidikan pendidikan
Laela Badriyah • 23 Januari 2018 12:28
Jakarta: Shandy Aulia merupakan salah satu artis yang peduli dengan pendidikan. Meski tak menamatkan pendidikannya di Fakultas Hukum di sebuah kampus, Shandy kini justru memenuhi passion-nya dengan berkuliah di jurusan fashion desain.
 
Shandy mengaku hukum bukanlah jurusan yang ia minati. Lantaran itu, ia tak menamatkan pendidikannya tersebut.
 
Beberapa tahun kemudian, pemeran Tita di film Eiffel... I'm in Loveitu kembali ke bangku kuliah. Ia tercatat sebagai mahasiswa di jurusan Fashion Design di Binus University sejak 2011.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pengalaman itu, Shandy pun menyampaikan pesan untuk siswa kelas III SMA yang sebentar lagi memasuki masa kuliah. Bagi Shandy, kuliah harus sesuai dengan minat dan bakat justru lebih baik. Ketimbang, kuliah dengan memaksakan kehendak yang tak diminati.
 
"Kalian merasa bakat di bagian mana, ya kembangkanlah di bangku kuliah. Suka masak, jangan sok-sokan ambil kuliah hukum. Tetap saja ambil kuliah di jurusan masak. Banyak lho chef yang dibayar mahal," kata Shandy saat berkunjung ke ruang redaksi Medcom.id, Senin, 22 Januari 2018.
 
Shandy mengaku banyak orang kuliah di jurusan hukum tapi bekerja di bidang marketing. Ada juga orang yang kuliah di marketing, tapi bekerja sebagai akuntan.
 
Shandy menyayangkan keputusan yang tak sesuai dengan pilihan itu. Justru, kata Shandy, bangku kuliah menjadi salah satu tahapan hidup untuk fokus pada bakat dan minat.
 
"Biasanya, pilihan sendiri itu berbenturan dengan keinginan orangtua. Tapi, orangtua zaman sekarang itu justru lebih berpikiran terbuka (open minded) dengan keberagaman kejurusan," ujar perempuan kelahiran tahun 1987 itu.
 
Bagi Shandy, pendidikan tetap utama. Lantaran itu, meski sukses dengan lini SA Collection yang dibuka pada 2006, istri David Herbowo itu tetap kembali ke bangku kuliah.
 
"Saya bukan orang yang berpikir, ya sudahlah enggak usah kuliah. Tetap harus kuliah. Untuk menghadapi tantangan yang semakin ketat," kata Shandy.
 
Menurut Shandy, persaingan pasti ada. Semua orang, termasuk desainer, punya kreativitas dan keunikan. Tinggal, lanjutnya, bagaimana menyesuaikan kreativitas itu untuk menggaet market.
 
Setiap orang punya taste dan idealisme. Tapi, desainer juga harus mempertimbangkan komersialisme.
 
"Kan kita harus bekerja (make money)," ucapnya.
 
Shandy mengatakan dunia fashion di Indonesia berkembang cukup pesat. Hasil karya para desainer pun sangat bagus, bahkan bisa merambah panggung dunia. Hanya saja, ujarnya, pemberitaan untuk mengangkat potensi itu masih kurang.
 
"Makanya, we should be proud of that (Kita harus bangga dnegan itu)," ungkapnya.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif