Tidak heran pertanyaan seperti “sebenarnya saya mau jadi apa?”, “sudah sejauh apa pencapaian saya?”, hingga “kenapa saya masih merasa tertinggal?” kerap muncul ketika memasuki usia remaja hingga dewasa muda pada generasi ini. Nah, buku bisa menjadi salah satu cara untuk melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda.
Buku yang perlu dibaca, tidak harus selalu berupa buku motivasi. Sejumlah bacaan menawarkan perspektif mengenai kebiasaan, pengelolaan emosi, pencarian arah hidup, hingga cara menghadapi ketidakpastian untuk para Gen Z.
Nah, kira-kira apa saja rekomendasi buku untuk Gen Z? Berikut daftarnya:
7 Rekomendasi Buku Pilihan bagi Gen Z
1. Insecurity Is My Middle Name-Alvi Syahrin
Rasa tidak percaya diri dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain menjadi persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan anak muda. Melalui Insecurity Is My Middle Name, Alvi Syahrin mengajak pembaca mengenali perasaan insecure dan melihatnya dengan cara yang lebih positif.Buku ini bisa menjadi pilihan bagi pembaca yang sedang belajar memahami diri sendiri. Buku ini juga dapat memberikan sudut pandang agar kamu tidak terus-menerus menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolak ukur diri sendiri.
2. Filosofi Teras-Henry Manampiring
Buat Gen Z yang sering overthinking atau terlalu memikirkan hal-hal di luar kendali, Filosofi Teras bisa menjadi bacaan untuk mengenal Stoisisme dalam konteks kehidupan sehari-hari. Henry Manampiring memperkenalkan filsafat Stoa dengan pendekatan yang praktis dan bahasa yang relatif ringan.Buku ini membahas cara menghadapi emosi negatif serta membedakan hal-hal yang berada dalam kendali dan di luar kendali seseorang. Gramedia mencatat Filosofi Teras sebagai mega best seller dan menyebutnya relevan dengan kehidupan generasi milenial dan Gen Z.
Ilustrasi Membaca. Foto: Pexels
3. Atomic Habits-James Clear
Punya banyak target tetapi sulit konsisten? Atomic Habits membahas perubahan perilaku melalui kebiasaan-kebiasaan kecil untuk mencapai konsistensi.James Clear menjelaskan bagaimana rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk perubahan yang lebih besar. Buku ini cocok bagi mahasiswa atau pelajar yang ingin membangun kebiasaan belajar, membaca, berolahraga, maupun mengelola waktu dengan lebih teratur.
4. Designing Your Life-Bill Burnett dan Dave Evans
Masuk kuliah tetapi belum tahu ingin menjadi apa? Atau sudah kuliah tetapi mulai mempertanyakan pilihan jurusan dan karier?Designing Your Life menawarkan pendekatan yang menarik. Bill Burnett dan Dave Evans menggunakan konsep design thinking untuk membantu pembaca mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam kehidupan dan karier.
Buku ini cocok untuk Gen Z yang sedang berada dalam fase menentukan arah masa depan. Alih-alih menganggap hidup harus memiliki satu rencana yang langsung tepat, pembaca diajak mengeksplorasi kemungkinan dan belajar dari proses tersebut.
5. The 7 Habits of Highly Effective Teens-Sean Covey
Bagi pelajar dan remaja yang ingin belajar mengatur diri, The 7 Habits of Highly Effective Teens bisa menjadi salah satu pilihan. Sean Covey mengadaptasi prinsip kebiasaan efektif ke persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.Pembahasan dalam buku ini mencakup penetapan tujuan, pengambilan keputusan, hubungan dengan orang lain, hingga membangun kebiasaan yang lebih baik. Buku ini lebih cocok untuk pembaca yang mencari panduan praktis daripada bacaan reflektif.
6. Four Thousand Weeks-Oliver Burkeman
Four Thousand Weeks menawarkan perspektif berbeda mengenai waktu dan produktivitas. Oliver Burkeman mengajak pembaca melihat bahwa waktu manusia terbatas sehingga tidak semua hal bisa dikerjakan sekaligus.Bacaan ini relevan bagi Gen Z yang hidup di tengah budaya produktivitas dan sering merasa harus terus melakukan sesuatu. Pesan utamanya bukan sekadar bagaimana menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, tetapi bagaimana menentukan hal yang memang penting.
7. The Book of Almost-Brian Khrisna
Ada fase ketika seseorang merasa sudah berusaha tetapi hasilnya selalu "hampir”. Hampir mendapatkan sesuatu, hampir mencapai target, atau hampir berada di tempat yang diinginkan.The Book of Almost karya Brian Khrisna dapat menjadi pilihan untuk pembaca yang sedang berada dalam fase tersebut. Buku ini mengangkat pengalaman tentang kegagalan, kehilangan, dan berbagai hal yang tidak berjalan sesuai harapan.
Nah, dari daftar tersebut, buku apa yang menjadi pilihanmu?