Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/M. Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M. Rizal

Editor Jurnal Ilmiah Bongkar Strategi Tingkatkan Kualitas Publikasi

Pendidikan Publikasi Ilmiah
Citra Larasati • 11 Oktober 2019 12:47
Jakarta: Publikasi ilmiah yang diunggah di laman jurnal internasional merupakan media bagi akademisi untuk membangun reputasi individu dan institusi tempatnya mengabdi. Tapi sayang, tidak mudah menembuskan jurnal ilmiah ke laman jurnal internasional, kemungkinan direvisi bahkan ditolak pun sering terjadi.
 
Oleh karena itu, Dosen Universitas Nasional Cheng Kung, Prof. Wei Wu PhD. dalam sebuah seminar menegaskan, sistematika dan kaidah penulisan harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. “Yang harus dipenuhi adalah orisinalitas konten dalam jurnal ilmiah,” kata Wu, dalam lokakarya bertema How to Write an Article to A Reputable International Journal, yang digelar American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Wu membeberkan, bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah adalah buah dari riset yang telah dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan kaidah penulisan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sistematika dan kaidah dalam penulisan jurnal sangat krusial sehingga harus diperhatikan dengan saksama," ujar Wu.
 
Wu menjelaskan, hal yang paling sering disalahartikan oleh para penulis jurnal ilmiah adalah menganggap bahwa semakin banyak tulisan di bagian abstrak maka semakin bagus. Padahal, abstrak adalah gerbang utama dari jurnal, sehingga semakin ideal jika ditulis secara padat, berisi dan ramping.
 
Selain itu, adanya tabel dan gambar juga menjadi tolok ukur kualitas jurnal ilmiah. “Akan lebih bagus jika bagian yang dijadikan fokus disorot dan diberi ilustrasi yang menggambarkan abstrak,” imbuh Wu.
 
Setelah jurnal diunggah ke sebuah situs, lanjut Wu, maka jurnal akan diseleksi lewat editor dan diteruskan pada pengulas. Pengulas yang dituju adalah pengulas yang diajukan oleh pengirim.
 
Oleh karenanya sangat penting bagi penulis untuk mengetahui orang yang kapabel untuk mengulas. Kapabilitas dari seorang pengulas dapat dilihat dari bidang yang menjadi spesialisasinya dan objektivitas penilaiannya.
 
Pria yang sekaligus editor pada laman jurnal ilmiah ini menyampaikan, pada ITS Online misalnya banyak sekali jurnal yang masuk tiap harinya untuk meminta diulas. Oleh sebab itu, hampir tidak mungkin seorang editor membaca keseluruhan isi jurnal untuk diulas.
 
"Saat pengumpulan jurnal ada empat hal yang menjadi sorotan utama, di antaranya draf naskah, tabel dan gambar, surat pengantar, serta sorotan dan abstrak grafis,” terangnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif