Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. UGM
Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. UGM

Menristek Minta Peneliti GeNose Cari Alternatif Penggunaan Kantong Plastik

Pendidikan Virus Korona inovasi Riset dan Penelitian UGM GeNose UGM
Ilham Pratama Putra • 19 Februari 2021 19:56
Jakarta:  Alat deteksi dini covid-19 melalui embusan napas, GeNose sangat bergantung pada penggunaan kantong plastik.  Pasalnya, kantong plastik yang didesain khusus itu merupakan media untuk menampung napas para pengguna GeNose.
 
Berbagai pihak menilai, penggunaan kantong plastik tersebut membuat GeNose menjadi tidak ramah lingkungan. Ada potensi masalah limbah plastik yang bakal ditimbulkan.
 
Untuk itu Menteri Riset Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta para peneliti GeNose untuk mencari alternatif lain. Bambang ingin ada medium lain untuk menampung napas penggunanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya terus meminta carilah sesuatu yang lebih ramah lingkungan. Kalau orang yang selalu cari kesalahan, nanti dibilang GeNose boleh murah tapi enggak ramah lingkungan. Ini juga harus ditangani," kata Bambang dalam Peluncuran GeNose untuk Kepariwisataan Indonesia, Jumat, 19 Februari 2021.
 
Dia berharap nantinya akan ada bahan yang lebih ramah lingkungan. Atau setidaknya, ada teknologi yang mampu membuat platik tersebut dapat digunakan kembali.
 
"Mudah-mudahan ada bahan pengganti atau ada teknologi yang mampu mengubah plastik itu menjadi plastik yang recycle atau diubah menjadi energi baru," lanjut Bambang.
 
Baca juga:  Deteksi Covid-19, GeNose Bakal Digunakan di Tempat Wisata
 
Meskipun begitu, yang terpenting bagi Bambang saat ini ialah GeNose tak sampai mengalami kelangkaan medium penampung napas. Sementara dia tidak ingin ada kelangkaan plastik penampung nafas, karena GeNose telah menjadi alat deteksi dini covid-19 di Indonesia.
 
"Saya juga ingatkan terus untuk menggandeng perusahaan agar nantinya tidak terjadi kelangkaan plastik. Tentunya plastik yang memang cocok, karena ini tidak sembarang plastik," tutupnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif