Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

BRIN: Belanja Riset Harus Pertimbangkan Kemanfaatan Jangka Panjang

Ilham Pratama Putra • 08 Juli 2021 15:21
Jakarta: Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengatakan, bahwa belanja infrastruktur untuk riset dan penelitian harus mempertimbangkan faktor kemanfaatan yang diberikan atau utilitas. Gambaran utilitas itu harus dipaparkan ketika mengajukan kebutuhan infrastruktur.

"Mengadakan infrastruktur itu basisnya keperluan dan jangka panjang, untuk itu gambaran utilitasnya itu penting," kata Handoko dalam webinar Sosialisasi Seleksi Calon ASN BRIN 2021, Kamis, 8 Juli 2021.

Selain itu, infrastruktur itu juga diupayakan tidak hanya sekali pakai. Dalam artian masih dapat digunakan terus menerus.

Baca juga:  Ilmuwan Diaspora Diharapkan Berkontribusi bagi Negara

Menurut Handoko sangat disayangkan jika satu infrastruktur penelitian hanya digunakan dalam waktu singkat. Jika seperti itu, menurutnya lebih baik peneliti diberangkatkan ke negara yang memiliki infrastruktur tersebut untuk melakukan penelitian.

"Jika hanya dipakai 20 hari misalnya terus selesai, terus ngapain. Kalau alat itu ada di Jepang mending kita berangkatkan ke Jepang 20 hari terus kembali," lanjutnya.

Kecuali infrastruktur itu bersifat generik dan dapat digunakan terus menerus bahkan dapat dimanfaatkan banyak pihak. Barulah pengadaan akan diupayakan.

"Dapat digunakan kampus atau pihak lain. Itu baru yang kita kembangkan. Setelah nanti ternyata benar user bertambah bahkan sampai ngantre malah akan kita tambah," tutupnya.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan