Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Eijkman: 45% Penduduk Indonesia Bersedia Diberi Vaksin Merah Putih

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian vaksin covid-19
Ilham Pratama Putra • 14 Oktober 2020 17:07
Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyebut, 45 persen penduduk Indonesia bersedia diberi vaksin Merah Putih. Vaksin ini buatan dalam negeri hasil kerja sama Eijkman, PT Biofarma, hingga perusahaan farmasi asal Tiongkok Sinovac.
 
"Ada survei katanya, tapi saya belum baca hasilnya. Tetapi setidaknya hampir 45 persen penduduk Indonesia itu bersedia diberi vaksin Merah Putih," kata Amin dalam diskusi daring 'Vaksin Merah Putih: Tantangan dan Harapan', Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Produksi vaksin Merah Putih terus dikebut. Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo, kata dia, ketersediaan vaksin harus efektif, cepat tersedia dan aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beruntung saat ini terdapat prosedur yang sangat pendek ke pengembangan vaksin. Kalau dalam situasi normal, bukan pandemi kita butuh bertahun-tahun untuk pengembangan vaksin," lanjut dia.
 
Baca:Terapi Plasma Konvalesen Tak Ditemukan Efek Samping Serius
 
Dia berharap pengerjaan vaksin Merah Putih berjalan lancar. Targetnya, vaksin bisa menjalani uji pra klinik pada hewan akhir tahun ini.
 
"Dan awal tahun (2021) sudah bisa diserahkan ke Biofarma. Awal tahun depan kami sudah bisa menyerahkan bibit vaksinya ke Biofarma untuk dilanjutkan ke tahap uji klinik satu, dua dan tiga," terang Amin.
 
Amin menyatakan, perkembangan pembuatan vaksin merah putih sudah 55 persen dari skala laboratorium, Dia memastikan vaksin yang dikembangkan oleh pihaknya ini bakal cocok dengan masyarakat Indonesia. Pasalnya vaksin yang dibuat mengambil sampel virus korona yang ada di Indonesia.
 
"Jadi vaksin dikembangkan menggunakan virus yang bersikulasi diIndonesisa, kemudian penelitiannya ada di Indonesia oleh institusi yang ada di Indonesia, oleh para peneliti Indonesia dan untuk rakyat Indonesia. Jadi memang dari, oleh, dan untuk Indonesia," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif