Menristek Bambang Brodjonegoro (kiri). Foto: Zoom
Menristek Bambang Brodjonegoro (kiri). Foto: Zoom

Menristek Dorong Insinyur Bangkitkan Sektor Manufaktur dengan Inovasi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 03 Oktober 2020 21:02
Jakarta:  Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mendorong para insinyur untuk memperkuat kembali sektor manufaktur di Indonesia dengan inovasi. Upaya tersebut tentunya melalui riset dan pengembangan (risbang) yang masih minim di Indonesia.
 
Seperti diketahui, indeks daya saing inovasi Indonesia masih berada pada peringkat 85 dari 131 negara.  Menurut Bambang, ini merupakan posisi yang masih perlu ditingkatkan dan menjadi tugas bersama berbagai pihak.
 
"Kalau melihat lebih jauh lagi dari aspek inovasi tersebut, yang menjadi tantangan adalah pada R and D. Di samping faktor pendidikan, faktor research and development juga masih menjadi penghambat kita menjadi negara yang inovatif," ungkap Bambang dalam Webinar ITB-STEI ITB-IEEE Digital Initiative 2020 IEEETalk: Mengoptimasi Digitalisasi Industri Manufaktur di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Industrial IoT. Sabtu malam, 3 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bambang, kunci dari keberhasilan transformasi digital industri manufaktur di Indonesia adalah sumber daya manusia. Berangkat dari sinilah mengapa beberapa tahun yang lalu, Honeywell bekerja sama dengan ITB, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia untuk membangun laboratorium belajar di masing-masing perguruan tinggi.
 
Kemudian menghubungkan ketiganya melalui teknologi awan, agar memungkinkan kolaborasi akademis terkait Industrial Internet of Things (IoT).
 
Baca juga:  UI–University Queensland Perkuat Kolaborasi Riset
 
Menurut penelitian yang dilakukan Brookings di Amerika Serikat, kota-kota yang paling rentan terhadap resesi ekonomi dari wabah virus korona adalah kota yang bergantung pada industri minyak dan gas, dan pariwisata. Sedangkan kota yang paling aman dari resesi ekonomi adalah kota yang bergantung pada industri manufaktur dan agrikultur. 
 
Setelah penutupan industri nonesensial sejak pertengahan maret, proses manufaktur naik sebesar 7,2 persen pada Juni. Namun, menurut U.S. Central Bank pembukaan kembali proses manufaktur masih terbilang lambat karena rantai pasokan yang masih rapuh.  
 
Di Indonesia sendiri, sektor manufaktur mengalami kemerosotan sejak Maret. Kondisi ini disebabkan penurunan daya beli konsumen dan diperparah oleh beban input dari impor.
 
"Sektor manufaktur Indonesia masih perlu ditingkatkan secara signifikan dari sisi daya saing," terang Bambang.
 
Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang kian menipis. Meski manufaktur masih mendominasi PDB, tapi porsinya semakin lama, semakin menurun.
 
"Urgensi Indonesia untuk memperkuat sektor manufaktur itu sudah terjadi sejak tahun 90-an dengan manufaktur yang sifatnya labor intensive. Namun setelah krisis finansial Asia, tampaknya manufaktur kita mengalami penurunan daripada kontribusi kepada PDB," urai Menteri Inovasi. 
 
Menurut Honeywell President, Roy Kosasih, pandemi yang disebabkan covid-19 saat ini mempercepat proses perubahan yang sebelumnya sudah berjalan di beragam industri dunia, yaitu evolusi manufaktur berbasis IoT dengan Artificial Intelligence yang terhubung via teknologi awan. 
 
Disertai oleh perangkat lunak canggih seperti Honeywell Forge yang mampu menganalisa dan menghadirkan informasi secara real time agar seluruh proses bisnis bisa berjalan tanpa hambatan.
 
“Kunci dari semua transformasi tersebut adalah sumber daya manusianya. Inilah mengapa kami berinvestasi di Indonesia agar para calon insinyur kelak siap memimpin industri dengan teknologi manufaktur Industri 4.0,” tambah Roy.
 
Pentingnya perkembangan otomasi dan digitalisasi di dunia industri sudah tidak bisa dipungkiri. Solusi ini memungkinkan industri-industri untuk merespons kebutuhan pasar dan konsumen dengan fleksibel dan efisien.
 
"Semenjak peluncuran roadmap 'Making Indonesia 4.0' oleh Pemerintah Indonesia pada April 2018, Siemens selalu berkomitmen dalam inisiatif digitalisasi pada sektor Energi, Oil & Gas, Food & Beverages, Chemical, Mining, Fiber, dan Healthcare.
 
Siemens telah menjadi pondasi penting dalam membentuk transformasi industri di Indonesia melalui open cloud platform atau IoT Operating System (MindSphere) dan Siemens Industrial Software yang meliputi Industrial IoT, Cybersecurity, dan Digital Twin.
 
"Siemens memiliki portfolio dan kemampuan untuk mengkombinasikan dunia virtual dan dunia realita. Sebagai partner teknologi terkemuka di Indonesia, Siemens berharap bisa menjalin kolaborasi melalui penggunaan Siemens IIoT Open Platform untuk memberikan dampak nyata dan mempercepat transformasi digital di Indonesia" ujar Prakash Chandran, President Director and CEO PT Siemens Indonesia. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif