Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meminta penelitian mengenai gambut terus dilanjutkan meski pemerintah menyiapkan lembaga baru untuk menangani kawasan tersebut. Para ilmuwan yang selama ini meneliti gambut akan dilibatkan untuk membantu Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang akan dibentuk.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan riset menjadi salah satu perhatian Presiden dalam pertemuan bersama ilmuwan, akademisi, peneliti, serta sejumlah lembaga pemerintah. Arahan itu diberikan agar kebijakan pengelolaan gambut tidak berhenti pada pembentukan lembaga, tetapi terus diperkuat oleh pengetahuan dan hasil penelitian terbaru.
“Bapak Presiden meminta tadi agar penelitian-penelitian terus dilanjutkan, sehingga kajian-kajian tentang gambut, penanganan gambut itu bisa dioptimalkan,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Jumat, 25 September 2026.
Dorongan terhadap riset tersebut juga berkaitan dengan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Pemerintah ingin hasil penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan dapat menjadi referensi bagi lembaga tersebut.
Brian mengatakan para ilmuwan yang hadir dalam pertemuan akan membantu memperkuat kemampuan badan baru, baik melalui keahlian maupun kajian yang telah mereka hasilkan.
“Bapak Presiden tadi juga memberikan arahan, dengan badan ini maka nantinya akan dibantu juga oleh para ilmuwan-ilmuwan, saintis-saintis yang tadi terlibat, untuk mempercepat kemampuan badan yang akan dibentuk ini,” kata dia.
Dia menekankan keterlibatan ilmuwan penting agar pemerintah tidak kembali mengulang penelitian yang sebenarnya sudah pernah dilakukan. Kajian yang telah tersedia diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan kebijakan.
Saat ditanya mengenai peran para ahli setelah badan tersebut terbentuk, Brian menyebut peneliti dapat dilibatkan sebagai narasumber maupun pakar. “Tadi diminta para ahli ini terlibat membantu, barangkali sebagai narasumber, sebagai pakar-pakar yang tadi berbagai kajian yang sudah dibuat supaya menjadi referensi sehingga tidak lagi diulang-ulang,” jelas dia.
Selain penelitian, pemerintah akan mendorong pemetaan kawasan gambut berdasarkan karakteristik dan potensi pemanfaatannya. Pemetaan tersebut mencakup penentuan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Brian menegaskan riset tetap perlu berjalan seiring dengan pengelolaan kawasan. Pemerintah menargetkan kawasan gambut yang luasnya disebut mencapai lebih dari 33 juta hektare dapat dimanfaatkan secara optimal, tanpa mengabaikan upaya pencegahan kebakaran.
“Jadi tadi terakhir Bapak Presiden juga meminta agar riset-riset, penelitian-penelitian, kajian-kajian tetap diteruskan, dilanjutkan,” tutur Brian.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan