Ilustrasi/Pexels
Ilustrasi/Pexels

Apakah Uban Tanda Tubuh Tengah Melawan Kanker? Ini Penjelasan Pakar IPB

Citra Larasati • 29 Agustus 2026 15:48
Ringkasnya gini..
  • Beredar mitos rambut beruban adalah tanda tubuh sedang melawan sel kanker. Pakar IPB tegaskan hal ini tidak benar.
  • Kerusakan DNA pada sel punca rambut bisa memicu uban, tapi tidak otomatis membuat tubuh kebal dari ancaman kanker.
  • Genetik, stres, dan kurang gizi jadi pemicu utama uban. Tetap waspadai risiko kanker dengan terapkan gaya hidup sehat.
jakarta: Mitos yang menyebut kemunculan uban merupakan tanda mekanisme tubuh sedang aktif melawan kanker rupanya keliru. Belakangan, narasi ini beredar di media sosial dan membuat sebagian orang merasa lebih kebal terhadap penyakit tersebut hanya karena rambutnya mulai memutih.
 
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Yenny Rachmawati, MBiomed, langsung meluruskan anggapan yang berpotensi menyesatkan tersebut. “Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” ujar Yenny di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026.
 
Kekeliruan ini bermula dari interpretasi sebuah riset tahun 2025 yang menemukan kaitan antara kerusakan DNA dengan dua kemungkinan: rambut memutih atau terbentuknya lesi bibit kanker kulit (melanoma). Pada eksperimen tikus, sel punca yang rusak DNA-nya sebagian berujung pada pemutihan rambut.

Namun, hal ini tidak lantas menjadi bukti epidemiologis bahwa orang yang beruban lebih cepat memiliki risiko kanker yang lebih rendah.

Proses Alami Pemutihan Rambut

Secara biologis, uban berkaitan erat dengan proses pigmentasi, bukan sistem kekebalan tubuh.
 
“Warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada pada lokasi yang tepat. Akibatnya, rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu,” urai dr Yenny.

Pemicu Uban di Usia Muda

Bukan karena imun yang super, uban pada usia dini justru dipicu oleh sederet faktor kesehatan dan gaya hidup, di antaranya:
  • Bawaan Genetik: Riwayat keturunan dari keluarga dan pertambahan usia.
  • Gaya Hidup dan Lingkungan: Paparan polusi udara, stres oksidatif, dan kebiasaan merokok.
  • Kesehatan Mental: Stres psikologis berat yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan merusak sel punca melanosit.
  • Faktor Medis: Kekurangan vitamin B12, defisiensi zat besi, gangguan tiroid, hingga penyakit autoimun.
Dengan fakta medis tersebut, Yenny mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak lengah memantau kesehatan fisiknya. “Oleh karena itu, kita tidak perlu mengaitkan kemunculan uban dengan kemampuan tubuh menghentikan kanker. Pemahaman yang tepat ini penting agar kita tidak mengabaikan faktor risiko kanker hanya karena rambut mulai memutih,” tutur Yenny.
 
“Pencegahan kanker tetap perlu dilakukan tanpa melihat warna rambut, antara lain dengan pola hidup sehat, menghindari rokok, melindungi kulit dari paparan ultraviolet berlebihan, serta memperhatikan perubahan tahi lalat atau lesi kulit yang mencurigakan,” pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan