Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mendorong para peneliti menjadikan cara kerja alam sebagai salah satu sumber pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, periset perlu belajar dari alam.
"Karena alam mengajarkan pada kehidupan dan alam punya cara kerja sendiri. Nah, cara kerja alam itulah yang mestinya menjadi sumber inovasi," ujar Arif dalam siaran YouTube BRIN dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut dia, alam memiliki sistem yang memungkinkan berbagai organisme dan ekosistem bertahan melalui hubungan saling ketergantungan. Mekanisme tersebut dapat dipelajari untuk menghasilkan pendekatan baru dalam kehidupan manusia.
Ia mencontohkan inovasi di bidang perikanan yang dikembangkan dengan mempelajari mekanisme alam. Misalnya, aquaculture without feed atau budidaya perikanan tanpa pakan serta fishing without fuel atau penangkapan ikan tanpa bahan bakar.
Arif menjelaskan alam mampu mempertahankan kehidupan tanpa sejumlah intervensi yang selama ini dianggap diperlukan manusia. Sebab, alam memiliki sistem tersendiri yang dinilai unik.
| Baca juga: Peneliti BRIN Ubah Sampah Styrofoam dan Pelepah Sawit Jadi Bahan Bakar Kapal |
"Hutan tanpa dipupuk bisa hidup. Ikan di laut enggak dikasih makan bisa makan karena ada mekanisme alam akibat kesalingtergantungan itu melalui rantai makanan, melalui jejaring-jejaring mata jejaring kehidupan itu maka dia bisa hidup," jelas dia.
Menurut Arif, pola tersebut menunjukkan alam memiliki sistem kompleks dan efisien. Karena itu, para ilmuwan perlu mengeksplorasi lebih jauh mekanisme tersebut untuk menemukan kemungkinan penerapannya di berbagai bidang.
Kemampuan satwa juga dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan ilmu di luar bidang biologi. Arif mencontohkan kemampuan burung melakukan navigasi serta migrasi paus dan tuna.
"Bagaimana kita bisa memahami suara seekor burung tanpa Google Map dia tidak kesasar. Bagaimana paus bermigrasi, tuna bermigrasi. Jadi ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sains di bidang-bidang lain," tutur dia.
Arif mengutip gagasan Blue Economy yang dikembangkan Gunter Pauli. Gagasan itu tidak semata-mata berbicara tentang ekonomi kelautan, tetapi juga mengenai bagaimana manusia belajar dari alam.
Karena itu, ia mendorong para periset BRIN dan peneliti di berbagai daerah untuk melihat keanekaragaman hayati secara lebih luas. Alam tidak hanya menyediakan objek penelitian, tetapi juga menawarkan berbagai pola yang dapat menjadi sumber inovasi.
"Alam itu punya kekayaan yang luar biasa yang harus kita eksplor. Karena itu kami berharap para akademisi dan saintis terus mengeksplorasi cara kerja alam untuk melahirkan temuan baru yang memberikan manfaat bagi kehidupan," tutur dia.
| Baca juga: Berbunga Jingga Cerah, BRIN Temukan Spesies Baru Tanaman Hias di Sulawesi |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda