Fenomena ini terjadi ketika enam planet dalam tata surya kita yakni Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus tampak berada dalam satu kawasan langit yang sama. Secara visual, planet-planet ini terlihat seolah-olah berjejer dalam satu garis lurus dari perspektif Bumi, meskipun pada kenyataannya mereka tetap terpisah jarak jutaan hingga miliaran kilometer di ruang angkasa.
Parade Planet Adalah
Berdasarkan keterangan NASA, konfigurasi parade planet merupakan hasil dari variasi kecepatan serta radius orbit tiap planet yang berbeda-beda. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, objek-objek langit tersebut tampak berada di jalur yang sama pada momen tertentu. Meski demikian, NASA menegaskan bahwa kesejajaran ini merupakan fenomena perspektif semata dan tidak mencerminkan posisi fisik planet yang sebenarnya di tata surya.
Menurut rekomendasi aplikasi Star Walk, pengamatan sebaiknya difokuskan ke arah barat dengan memastikan area pandang bebas dari rintangan fisik seperti gedung dan pohon. Selain faktor cuaca yang cerah, NASA menekankan aspek teknis ketinggian objek, planet akan lebih mudah dikenali tanpa bantuan alat jika berada pada ketinggian ideal minimal 10 derajat di atas horizon.
Baca Juga :
Fenomena Bulan Menjauh dari Bumi, Adakah Dampaknya Buat Manusia? Ini Penjelasan Dosen IPB
Venus dan Jupiter akan menjadi objek yang paling mencolok dengan cahaya paling terang, ditemani Saturnus yang tampak seperti titik kuning stabil. Namun, untuk melihat Uranus dan Neptunus, kamu wajib menggunakan bantuan alat seperti teleskop atau teropong karena cahayanya yang sangat redup. Sementara itu, Merkurius akan menjadi tantangan terbesar karena posisinya yang sangat rendah di dekat garis cakrawala, sehingga sering kali tersembunyi oleh hambatan di ufuk barat.
Bagi Sobat Medcom yang berada di wilayah Indonesia, momen ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan momen awal Ramadan 2026. Berdasarkan data astronomi dari aplikasi Star Walk 2, puncak fenomena ini akan terjadi di hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, fenomena ini dapat mulai disaksikan sekitar pukul 18.13 WIB, bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Pengamat memiliki jendela waktu yang cukup sempit, sekitar 30 hingga 60 menit setelah matahari terbenam, sebelum beberapa planet mulai tenggelam di bawah cakrawala.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News