Contoh daging rajungan yang telah dipasteurisasi. Foto: Aruna
Contoh daging rajungan yang telah dipasteurisasi. Foto: Aruna

Hindari Kerusakan, Kenalan dengan Metode Pasteurisasi Daging Rajungan

Citra Larasati • 26 Mei 2023 17:41
Jakarta:  Rajungan adalah salah satu makanan laut yang diminati dan memiliki nilai tinggi di pasar. Cita rasa dagingnya yang lembut juga menjadi poin istimewa dari rajungan. 
 
Rajungan bisa dibilang laris keras, baik di dalam maupun luar negeri. Tak heran apabila rajungan menjadi salah satu komoditas seafood dengan potensi ekspor yang sangat menguntungkan.
 
Namun perli diketahui bahwa rajungan juga sensitif terhadap kontaminasi bakteri yang menyebabkan kerusakan produk jika tidak ditangani dan disimpan dengan benar. Lalu, bagaimana solusinya?

1. Pasteurisasi

Salah satu cara paling efektif untuk terus menjaga kualitas daging rajungan adalah dengan melakukan pasteurisasi pada daging. 

Apa Itu Pasteurisasi?

Pasteurisasi sendiri merupakan teknik pengolahan makanan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme patogen dalam produk makanan melalui proses pemanasan produk pada suhu tertentu untuk jangka waktu yang ditentukan. 

Tak berlama-lama, proses tersebut kemudian langsung dilanjutkan dengan pendinginan cepat.

2. Proses Pasteurisasi 

Secara lebih detail, pada proses pasteurisasi, daging rajungan harus melalui tahap pembersihan, pemisahan dari cangkang, dan pemisahan daging dari bagian lainnya.  Setelah itu, daging rajungan akan dipanaskan pada suhu tertentu, umumnya antara 86-87 derajat Celsius selama sekitar 140 menit.
 
Quality Assurance Aruna, Apris Modica mengatakan, tahap ini sangat krusial karena suhu dan waktu pasteurisasi haruslah tepat agar daging rajungan aman dari mikroorganisme patogen.  "Sesaat setelah itu, daging rajungan didinginkan dengan suhu 0-2 derajat Celcius selama 120 menit sebelum dikemas," terangnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Mei 2023.

3. Manfaat Pasteurisasi

Proses pasteurisasi pada daging rajungan memberikan sejumlah manfaat, lho. Pertama, proses ini dapat menghancurkan mikroorganisme patogen, seperti Salmonella dan E. coli yang berpotensi besar menyebabkan penyakit. 
 
Kedua, pasteurisasi memperpanjang umur simpan daging dengan mengurangi pertumbuhan bakteri yang bersifat destruktif. Proses ini memungkinkan daging rajungan agar tetap dapat terjaga kualitas dan kesegarannya, baik selama pengiriman maupun penyimpanannya.
 
Selain menjaga kualitas pangan, pasteurisasi juga dapat meningkatkan rasa gurih dan menghasilkan tekstur yang lebih lembut pada daging rajungan.  Dengan berbagai manfaat tersebut, tak heran bahwa pasteurisasi memainkan peran penting dalam industri pengolahan makanan rajungan. 
 
Hal ini jugalah yang diungkap Apris, “Seperti BOON, produk yang dahulu hanya Aruna ekspor, kini kami bawa ke pasar domestik," ujarnya.
 
BOON merupakan daging rajungan yang telah dipasteurisasi dan dikemas secara higienis. "Produk ini tidak hanya memberikan kelezatan daging rajungan yang khas, tetapi juga memudahkan konsumen dalam memasaknya karena siap masak," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
Baca juga:  Profesor ITS Bikin Inovasi Komposit MOF Magnetik untuk Pelestarian Lingkungan
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA