Universitas indonesia. Foto: UI
Universitas indonesia. Foto: UI

UI Makin Mendunia di THE WUR 2027, Tapi Riset Harus Tetap Berdampak untuk Indonesia

Ilham Pratama Putra • 09 Oktober 2026 10:46
Ringkasnya gini..
  • UI menegaskan riset berstandar internasional harus tetap relevan dengan persoalan masyarakat Indonesia.
  • Keunikan Indonesia dinilai dapat menjadi nilai tambah untuk menarik kolaborasi peneliti asing.
  • UI mendukung peneliti melalui insentif publikasi dan paten, hibah internal, serta fasilitasi akses pendanaan luar negeri.
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mendorong riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, tetapi juga tetap mampu menjawab persoalan masyarakat. Untuk mendukung upaya tersebut, UI memfasilitasi peneliti melalui insentif publikasi dan paten, hibah internal, serta akses pendanaan penelitian dari luar negeri.

Direktur Perencanaan dan Kinerja UI, Yuni Krisyuningsih, mengatakan riset yang berkualitas harus tetap memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, kampus perlu mengembangkan penelitian dengan standar internasional tanpa meninggalkan persoalan yang dihadapi masyarakat di dalam negeri.

“Risetnya boleh tinggi, tapi kemudian kita kembalikan lagi ke masyarakat yang ada di kita ini, kita bisa bantu mereka di mana, yang berdampak gitu ya. Kayak yang disampaikan itu enggak kebule-bulean lah, jadi harus membumi berdampak ke persoalan yang ada di masyarakat,” kata Yuni dalam live TikTok @medcom_id, dikutip Jumat 9 Oktober 2026. Yuni menilai Indonesia memiliki keunikan dan persoalan tersendiri yang dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan riset. Karena itu, peneliti tidak harus selalu mengejar tema penelitian yang dikembangkan negara maju, tetapi juga dapat mengangkat persoalan khas Indonesia yang relevan untuk diteliti.

Menurut dia, pendekatan tersebut tetap dapat membuka peluang kolaborasi dengan peneliti luar negeri. Keunikan konteks Indonesia berpotensi menarik mitra internasional yang ingin mempelajari persoalan dan karakteristik yang tidak mereka temukan di negaranya.

Di sisi lain, penguatan riset membutuhkan ekosistem yang mendukung peneliti untuk terus berkarya. Yuni mengakui upaya mempertahankan peneliti agar tetap mengembangkan penelitian di Indonesia bukan perkara mudah.
WhatsApp Image 2026-10-09 at 10_25_52 AM
Direktur Perencanaan dan Kinerja UI, Yuni Krisyuningsih. Foto: Live TikTok Medcom ID

Untuk pengembangan, UI bahkan memberikan insentif bagi peneliti yang menghasilkan publikasi maupun paten. Kampus juga berupaya menjaga ketersediaan hibah penelitian yang dapat diakses melalui skema pendanaan internal.

UI juga membantu kelompok riset mengakses hibah dari lembaga di luar negeri. Yuni menyebut pendanaan dari negara seperti Jerman dan Jepang sebagai salah satu peluang yang difasilitasi bagi peneliti UI.

“Jadi UI memfasilitasi para peneliti untuk terus berkembang lewat jalan apa saja,” ujarnya.

Menurut Yuni, peneliti umumnya bekerja dalam kelompok riset yang perlu terus didukung agar memiliki kesempatan mengembangkan penelitian. Akses terhadap hibah internasional menjadi salah satu upaya untuk memperluas peluang pendanaan, terutama ketika situasi pendanaan di dalam negeri menghadapi ketidakpastian. Penguatan ekosistem tersebut juga sejalan dengan upaya UI memperbaiki kualitas riset yang menjadi salah satu aspek penting dalam pemeringkatan THE WUR 2027. Yuni menyebut peningkatan kualitas publikasi dan dampak penelitian turut menjadi perhatian UI dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ia menegaskan capaian pemeringkatan bukanlah tujuan akhir. Pengembangan riset tetap perlu diarahkan agar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

"Peningkatan reputasi akademik dan penguatan riset berdampak perlu berjalan beriringan. UI berupaya meningkatkan kualitas penelitian sekaligus menjaga relevansinya dengan kebutuhan Indonesia," tutupnya. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan