Ilustrasi/Freepik
Ilustrasi/Freepik

Ampela Ayam Kaya Protein dan Zat Besi, Pakar IPB Bagikan Cara Aman Konsumsinya

Citra Larasati • 16 Oktober 2026 18:47
Ringkasnya gini..
  • Ampela ayam kaya protein dan zink, tapi punya kandungan kolesterol tinggi. Pakar IPB bagikan cara aman konsumsinya.
  • Setiap 100 gram ampela matang menyimpan 370 mg kolesterol. Batasi porsinya agar terhindar dari risiko asam urat. Hindari santan!
  • Olah ampela dengan cara direbus atau ditumis minim minyak, lalu padukan dengan sayuran berserat.
Jakarta: Ampela ayam kerap menjadi primadona lauk di meja makan berkat teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih. Namun, di balik kelezatannya, jeroan ini menyimpan dilema gizi. 

Di satu sisi kaya akan protein, zat besi, hingga zink, tapi di sisi lain sering dituding sebagai biang kerok kolesterol. Lantas, bagaimana cara paling aman menikmati sajian ini?

Kaya Protein dan Mineral

Muhammad Aries, SP, MSi, dosen IPB University dari Program Studi llmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), menjelaskan, meski termasuk jeroan, ampela tetap memiliki kandungan gizi yang baik, terutama protein dan beberapa mineral. Dibandingkan banyak jeroan lain, ampela relatif tinggi protein dan rendah lemak total.

“Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink,” jelasnya, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Berbagai kandungan zat gizi tersebut, kata dia, bermanfaat untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh, sel darah merah, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Hati-Hati Kolesterol Tinggi

Namun demikian, Aries mengatakan, status “bergizi tinggi” tidak berarti ideal untuk dikonsumsi tanpa batas. Sebab, ampela juga mengandung kolesterol tinggi. “Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” paparnya.

Aries memaparkan, bahwa dalam setiap 100 gram ampela ayam matang, terkandung sekitar 370 mg kolesterol. Jumlah ini lebih tinggi daripada rekomendasi asupan kolesterol (< 300 mg per hari) yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.

Meski saat ini batasan tersebut sudah tidak lagi dicantumkan, kandungan kolesterol dalam pangan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat. Karena itu, sebut dia, konsumsi ampela sebaiknya mempertimbangkan porsi, frekuensi, dan keseimbangan asupan pangan sehari-hari.

“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries.

Rekomendasi Olahan

Ia menyarankan ampela diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis menggunakan sedikit minyak. Konsumsi juga sebaiknya disertai sayuran dan sumber serat, serta membatasi penggunaan santan kental, garam, dan minyak berlebih.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan