Namun, ada beberapa jenis ular yang secara mengejutkan mampu mengangkat tubuhnya hampir lurus ke atas. Hebatnya lagi, mereka bisa mempertahankan posisi itu cukup lama, bahkan saat bertumpu di atas ranting pohon yang sangat tipis.
Selain itu, yang lebih menakjubkan adalah beberapa spesies ular bisa membuat 70 persen panjang tubuhnya melayang di udara. Sementara itu, sisanya tetap menempel kuat pada dahan sebagai tumpuan agar tidak jatuh.
Bagian tubuh yang terangkat itu terlihat hampir lurus sempurna dan tetap seimbang. Padahal, kita tahu sendiri kalau ular tidak punya tangan atau kaki untuk menahan beban tubuhnya.
Menyingkap Cara Ular "Berdiri"
Para peneliti akhirnya mencoba menyelidiki fenomena unik ini. Hasilnya menunjukkan bahwa rahasianya bukan cuma soal otot yang kuat, melainkan kombinasi antara hukum fisika, pengendalian otot yang stabil, serta kemampuan ular untuk merasakan posisi tubuhnya sendiri.Penelitian ini dipimpin oleh L. Mahadevan dari Harvard University, seorang ahli yang mendalami fisika dalam gerakan makhluk hidup. Timnya menggabungkan ilmu biologi, matematika, dan simulasi mekanik untuk membongkar trik keseimbangan ular yang sangat halus ini.
"Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat menyeramkan, tapi kami berhasil menganalisis secara ilmiah strategi tersembunyi yang dipakai ular untuk melawan gravitasi," ujar Mahadevan dikutip dari laman earth.com, Rabu, 18 Maret 2026.
Aksi Memanjat dan Menjangkau
Ular yang tinggal di pohon, seperti ular pohon cokelat, sering kali harus menyeberangi celah antardahan. Mereka menggunakan cara dengan mengangkat sebagian besar tubuhnya ke udara dan menjulurkannya ke depan. Posisi ini jika dilihat sekilas rasanya mustahil untuk dilakukan tanpa terjatuh.Secara logika, tubuh ular yang lembek seharusnya langsung melengkung atau jatuh karena gravitasi. Tapi kenyataannya, mereka bisa tetap tegak sampai berhasil menggapai dahan tujuan.
Setelah diamati lebih dekat, ditemukan hal yang tidak terduga, ular tidak mengeraskan seluruh otot tubuhnya saat berdiri. Justru, kendali utamanya hanya terpusat pada satu titik kecil di bagian pangkal, yaitu di area tubuh yang mulai meninggalkan dahan tumpuan.
Area kecil ini disebut boundary layer, ketika otot bekerja paling keras. Sedangkan sisa tubuh di atasnya dibiarkan lurus dan santai. Strategi ini sangat efisien karena ketika tubuh sudah tegak lurus atau vertikal, gaya tarik gravitasi yang mencoba membengkokkan tubuh ular justru jadi lebih kecil.
Sistem Kendali yang Canggih
Para peneliti juga mempelajari bagaimana koordinasi otot ular saat menjaga posisi tegak. Kuncinya ada pada propriosepsi, yaitu kemampuan alami hewan untuk merasakan letak dan bentuk tubuhnya sendiri tanpa harus melihatnya.Untuk mendalami hal ini, peneliti membuat model matematika yang menganggap ular seperti kabel elastis yang pintar. Sebuah struktur lentur yang bisa mendeteksi bentuknya sendiri dan secara otomatis menggerakkan otot untuk merespons posisi tersebut.
Dari model ini, muncul dua kemungkinan cara ular mengontrol tubuhnya. Pertama, otot bereaksi langsung pada bagian yang mulai bengkok agar kembali lurus. Kedua, otot bekerja secara kompak di sepanjang tubuh untuk menghemat tenaga. Ternyata, cara kedua jauh lebih efisien dalam penggunaan energi.
Menariknya, mengangkat tubuh ke posisi berdiri ternyata bukan bagian tersulit. Tantangan yang sebenarnya adalah menjaga agar tubuh tetap seimbang dan tidak tumbang setelah sudah di posisi atas.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga yang dibutuhkan untuk sekadar berdiri itu biasa saja. Namun, tenaga yang jauh lebih besar justru diperlukan untuk melawan tarikan gravitasi yang terus-menerus mencoba menjatuhkan tubuh ular.
Itulah alasan kenapa ular yang sedang berdiri sering terlihat sedikit bergoyang. Goyangan lambat itu bukan karena lemas, melainkan tanda bahwa ular sedang melakukan penyesuaian kecil berkali-kali agar tetap stabil.
Penemuan ini tidak hanya menjelaskan perilaku ular, tapi juga memberi ide baru bagi dunia teknologi. Selama ini, robot yang terbuat dari bahan lunak sering kesulitan menjaga keseimbangan saat menjulur ke atas atau menjangkau sesuatu.
Dengan memahami cara ular memusatkan kendalinya pada satu titik tertentu, para peneliti bisa merancang mesin atau robot yang lebih stabil dan hemat energi.
"Dengan belajar dari cara ular memusatkan tenaga pada titik yang paling penting, kita bisa membangun mesin yang lebih efisien sekaligus tangguh di masa depan,” pungkasnya. (Talitha Islamey)
| Baca juga: Bahaya Ular Weling yang Gigit Korban di Pekalongan hingga Kritis, Ini Kata Pakar IPB |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News