"Kita membutuhkan itu (vaksin luar negeri) untuk jangka pendek. Jadi ketika vaksin Indonesia ini belum siap, maka produksi vaksin yang mungkin bisa lebih dulu tersedia bisa diadopsi," kata Amin dalam seminar daring yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Selasa, 21 Juli 2020.
Amin mengatakan, vaksin covid-19 dari luar negeri hanya akan digunakan sembari menunggu vaksin dalam negeri. Vaksin buatan luar negeri harus melewati uji klinis terlebih dahulu di Indonesia.
Amin meyakini vaksin buatan luar negeri tak akan mencukupi kebutuhan vaksinasi penduduk Indonesia. Makanya, Indonesia harus tetap menciptakan vaksin secara mandiri.
Baca: Eijkman Beberkan Dampak Jika Indonesia Tak Punya Vaksin Sendiri
"Belum tentu suplai dunia mencukupi untuk Indonesia. Kenapa? Luar negeri harus mencukupi suplai ke negara lain juga. Nah kalau Indonesia mendapat jatah misalnya satu juta dosis per minggu. Maka kita butuh 350 minggu untuk menyelesaikan vaksinasi. Berarti tuju tahun baru selesai," terangnya.
Masalah biaya pembelian vaksin impor juga harus jadi pertimbangan. Indonesia butuh duit tak sedikit bila ketergantungan dengan vaksin buatan luar negeri.
"Kalau kita harus beli, harga vaksin normalnya 1 dolar per dosis, tapi kalau harga pandemi itu bisa jadi 10 dolar. Angkanya bisa sampai Rp52 triliun. Jadi sangat fantastis," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News