GeNose C10 buatan UGM. Foto: Dok Kemenristek
GeNose C10 buatan UGM. Foto: Dok Kemenristek

GeNose dan CePAD Harus Terus Dievaluasi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Unpad UGM GeNose UGM
Ilham Pratama Putra • 07 Januari 2021 14:49
Jakarta: Indonesia berhasil memiliki alat deteksi covid-19 melalui embusan napas, GeNose dan alat rapid antigen, CePAD. GeNose dihasilkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan CePAD dihasilkan oleh Universitas Padjajaran (Unpad).
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengharapkan dua inovasi dalam negeri ini digunakan secara masif. Hal ini agar karya anak bangsa ini tidak 'mubazir'.
 
"Semoga ini tidak mubazir hanya gara-gara kita gagal melakukan sosialisasi dan promosi. Padahal jelas alat-alat ini sangat baik yang sangat handal," kata Muhadjir dalam konferensi pers virtual penyerahan GeNose, Kamis, 7 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian agar lebih meyakinkan, pihaknya akan terus memantau pengembangan dari dua alat tersebut. Sebab dia menyadari produk baru tentunya membutuhkan perhatian lebih.
 
"Produk Baru pasti masih banyak kekurangan biasanya. Maka dari itu harus diadakan perbaikan dan untuk bisa melakukan perbaikan salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi dari konsumen," ujar dia.
 
Baca: Produksi Rapid Antigen CePAD Capai 500 Ribu Unit per Bulan
 
Kemudian produk baru ini harus diperhatikan jaminan ketersediaan bahan-bahannya. Muhadjir menyebut jangan sampai, saat membangun alat, ada bahan-bahan yang sulit dicari.
 
"Jangan sampai bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendukung alat ini tidak ada. Ini harus ditata dengan baik," sambungnya.
 
Monitoring selanjutnya tentang di mana alat akan digunakan. Kemudian, apa keluhan masyarakat saat menggunakan alat tersebut.
 
"Misal yang dianggap yang kurang enak itu misalnya dalam tabung GeNose untuk menampung udara dari napas misalnya itu. Jadi harus dikembangkan yang lebih kreatif, misalnya dengan bahan-bahan yang bisa di recycle," kata Muhadjir.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif