Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyayangkan kemampuan riset bidang kesehatan Indonesia. Pasalnya tak banyak peneliti paham hilirisasi terhadap riset kesehatan.
"Dalam riset kesehatan, saya melihat sedikit yang memahami bagaimana hasil riset kesehatan itu bisa jadi produk," kata Handoko dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 Maret 2022.
Handoko menyebut ketidaktahuan itu tak cuma di hilirisasi. Bahkan, banyak periset tak paham pada tahap proses izin edar.
"Bahkan saat proses izin edar, standar yang harus dipenuhi banyak yang tidak paham," tutur dia.
Handoko menyebut periset yang tidak mengetahui berbagai standar hingga proses hilirisasi itu bukan hanya periset di kampus. Bahkan, pengetahuan mengenai hal tersebut juga masih kurang di kalangan lembaga-lembaga riset.
Hal ini, kata dia, diperparah dengan tidak adanya bantuan dari industri. Handoko menyebut industri mestinya mampu membantu peneliti, utamanya untuk hilirisasi produk riset.
"Industri di sisi lain juga gamang masuk untuk hilirisasi dari riset kesehatan, jadi ini problem yang kita harus selesaikan," tutur Handoko.
Baca: Diabet-Kol, Kapsul Herbal Ciptaan Peneliti Unair Siap Dipasarkan
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan