Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Vaksin Merah Putih Diproduksi Akhir 2021

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian vaksin covid-19
Ferdian Ananda • 18 November 2020 21:37
Jakarta: Pengembangan vaksin Merah Putih untuk melawan covid-19 membutuhkan waktu panjang. Sebab, proses dan tahapan yang dilalui tidak mudah.
 
"Kita lihat penekanan keamanan, juga keefektifan perlu diperhatikan. Jadi, memang ada yang ditargetkan akhir 2020, atau awal 2012 itu akan selesai," ujar Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek Ali Ghufron Mukti dalam diskusi virtual, Rabu, 18 November 2020.
 
Selanjutnya, proses praklinik, uji klinis fase satu hingga tiga. Berikutnya izin penerbitan Emergency Use Authorization dari BPOM, yang dilakukan sepanjang 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah berharap vaksin Merah Putih mulai diproduksi akhir 2021. Dalam hal ini, proses produksi vaksin dilakukan bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.
 
Sehingga, pengembangan vaksin covid-19 buatan anak bangsa bisa dipercepat. Indonesia pun bisa segera mencapai kemandirian vaksin. "Tidak hanya Eijkman, namun LIPI, Unair, IPB, UGM dan UI bisa mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform yang berbeda," imbuh Ali.
 
Deputi Fundamental Research Eijkman Institute Herawati Sudoyo Supolo menyebut, tim peneliti dan pengembangan vaksin Merah Putih telah melakukan percepatan, dengan pengerjaan secara paralel.
 
"Kita selalu memberikan laporan mengenai kemajuan di laboratorium. Kemungkinan baru akan memberikan vaksin itu awal 2021," jelas Herawatis.
 
Baca juga:Kemenristek/BRIN Bakal Bangun Pusat Laboratorium Vaksin Nasional
 
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa vaksin Merah Putih merupakan vaksin jangka panjang. Sebab, pemerintah ingin memberikan vaksin yang aman dan manjur. "Jadi kita akan melalui semua proses. Tapi, tetap saja ada upaya percepatan, karena untuk covid-19. Kita lihat kemungkinan memang akhir 2021," paparnya.
 
Menurut dia, vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan platform protein rekombinan dari bagian atau sub unit virus SARS-CoV-2. Tim melakukan penguraian gen dari virus. Kemudian, mengambil gen dari protein "spike" dalam virus, untuk digunakan sebagai bibit vaksin.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif