Saliva RT-LAMP Covid-19. Dok Kemenristek.
Saliva RT-LAMP Covid-19. Dok Kemenristek.

Saliva RT-LAMP Covid-19

Alat Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur Dapat Izin Edar Kemenkes

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian covid-19 Bambang Brodjonegoro
Ilham Pratama Putra • 25 Maret 2021 17:22
Jakarta: Perusahaan farmasi Kalbe Farma meluncurkan alat deteksi covid-19 dengan sampel air liur, yakni Saliva RT-LAMP Covid-19. Alat tersebut telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
 
"Ini merupakan terbosan yang sangat berarti bagi upaya kita untuk meningkatkan testing dan tracing. Saya berterima kasih kepada Kemenkes yang sudah memberikan izin edar pada alat ini," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, dalam konferensi pers daring, Kamis, 25 Maret 2021.
 
Dalam registrasinya, Saliva RT-LAMP adalah tes molekular yang termasuk dalam kategori Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) bersama dengan Reverse Transcription (RT) PCR dan TCM. Hal itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/ MENKES/ 446/2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kit untuk pemeriksaan tersebut telah mendapatkan izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor AKD 20303120508 yang diproduksi oleh PT Kalgen DNA. Kit pemeriksaan ini akan dipasarkan dengan merk Elva Diagnostic SARS-CoV-2 Saliva Nucleic Acid Test Kit oleh PT Enseval Medika Prima.
 
"Semoga mulai juga diuji efektivitasnya, utamanya tempat publik yang selama ini menjadi tempat pengetesan covid-19," terang dia.
 
Baca: Menristek Harap Akurasi Saliva RT-LAMP Mendekati PCR Test
 
Sejauh ini, menurutnya, tingkat sensivitas dan spesifisitas dari Saliva RT-LAMP Covid-19 sudah sangat baik. Tingkat sensivitasnya 94 persen dan spesifisitas 98 persen.
 
"Mudah-mudahan Kalbe Farma melakukan post marketing survey, artinya terus melakukan pengamatan dan pengujian pada validitas alat ini. Artinya membandingkan hasil pemeriksaan RT-Lamp saliva dengan PCR swab," ungkap Bambang.
 
Menurut Bambang, terobosan ini akan mampu meningkatkan kemampuan testing dan tracing di Indonesia. Namun tentu tidak akan menggantikan PCR test yang merupakan gold standar.
 
Setidaknya kata Bambang, Saliva RT-LAMP bisa menjadi alternatif ketika seseorang harus menjalani rapid antigen dengan metode PCR atau swab. Menurutnya banyak orang tidak nyaman ketika dicolk hidungnya dan mulutnya dalam tes rapid antigen PCR atau swab.
 
"RT-LAMP saliva ini bisa menjawab dan ini mudah-mudahan dapat membuat orang lebih mau untuk diperiksa, tidak takut lagi dicolok," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif