Portal WebGIS buatan UI untuk memantau sebaran virus korona.  Foto: UI/Humas
Portal WebGIS buatan UI untuk memantau sebaran virus korona. Foto: UI/Humas

UI Buat Peta Daring Pantau Penyebaran Korona

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Maret 2020 12:38
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mengembangkan sebuah Portal WebGIS (peta dalam jaringan atau daring) untuk membantu pemerintah memetakan sebaran virus covid-19 atau Korona. Portal hasil kolaborasi tim Ahli dan Peneliti UI diharapkan bermanfaat bagi pemangku kebijakan, dalam upaya pencegahan penyebaran virus Korona.
 
Portal ini juga bisa diakses oleh masyarakat umum, sebagai bahan-bahan masukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi mandiri pada wilayah rawan virus Korona. Portal in dapat diakses melalui laman https://qgiscloud.com/ardiansyah18/CORONA_INA_19032020/.
 
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Abdul Haris menjelaskan, portal ini mampu memetakan penduduk yang terinfeksi dan persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Korona. Selain itu juga bisa membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Portal WebGIS dapat diakses mudah melalui komputer atau smartphone. Dalam pengambanganya, Abdul Haris menyebut melibatkan banyak pihak.
 
Baca juga:Laboratorium di FKUI Ditunjuk Jadi Tempat Tes Covid-19
 
Semua pengembang berada di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI. “Penyebaran covid-19 telah menjadi perhatian dunia, untuk itu, kami berupaya mengerahkan tim Ahli dan Peneliti UI untuk bersama-sama mengembangkan sebuah peta persebaran covid-19 secara akurat," kata Haris di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Portal analisis spasial (keruangan) ini awalnya dikembangkan oleh Ardiansyah, peneliti UI dari Departemen Geografi, FMIPA. Kemudian dilengkapi bersama-sama oleh tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI.
 
Untuk informasi yang dimuat dalam portal ini, kata Haris, meliputi gambaran persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi virus korona, Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Portal peta ini juga mampu menggambarkan tiga kelas berdasarkan status kerawanannya, yakni Rawan rendah, sedang, dan tinggi.
 
Daerah berklasifikasi Rawan tinggi ditandai dengan zona merah. Ditandai dengan banyaknya penderita berdomisili di wilayah tersebut, banyaknya jumlah dan dekatnya jarak penderita dengan fasilitas transportasi umum, dan, kepadatan penduduk yang tinggi.
 
Adapun sejumlah parameter yang diperhitungkan di dalam Peta WebGIS di antaranya, kepadatan jumlah penderita dalam luas wilayah tertentu, kepadatan penduduk masing-masing daerah, dan kepadatan sistem transportasi baik stasiun kereta api, halte bus, terminal, dan lainnya.
 
Semua data untuk portal peta daring ini dihimpun dari berbagai sumber Pemerintah Daerah dan Lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemda DKI Jakarta, Pemda Jawa Barat, dan sumber lainnya. Portal ini disempurnakan dengan masukan peneliti dari Departemen Epidemiologi FKM, FKUI, Fasilkom, dan dari mitra BUMN seperti Telkom Indonesia.
 
Dalam diskusi intensif antara UI dan PT Telkom Indonesia, Divisi Big Data, Internet of Things (IoT) and Research dari Telkom juga telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dan menggunakan komponen analisis spasial ini. Tujuannya untuk melengkapi portal dan sistem informasi yang telah mereka bangun secara terpisah.
 
"Ke depan, diharapkan bahwa big data yang dimiliki oleh Telkom sebagai penyelenggara layanan seluler terbesar di Indonesia dapat mendukung input data bagi portal ini dan portal lain yang dapat membantu pengendalian persebaran virus korona.” ujar Haris.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif