Kampus UI. Foto/Dok. UI.
Kampus UI. Foto/Dok. UI.

Laboratorium di FKUI Ditunjuk Jadi Tempat Tes Covid-19

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 19 Maret 2020 20:26
Jakarta: Unit Kerja Khusus (UKK) Laboratorium Mikrobiologi Klinik (LMK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (LMK FKUI) ditunjuk menjadi Laboratorium Pemeriksa covid-19 bersama dengan 11 laboratorium lainnya se-Indonesia.
 
Penunjukan 12 Laboratorium Pemeriksa ini tertuang dalam Surat Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan covid-19. Keputusan ini ditandatangani oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Senin, 16 Maret 2020.
 
Dekan FKUI, Ari Fahrial Syam mengatakan FKUI siap membantu pemerintah dalam menghadapi kasus covid-19 ini. Salah satunya melalui kesiapan Laboratorium Mikrobiologi Klinik yang sudah terstandardisasi WHO dan mempunyai fasilitas pemeriksaan virus yaitu Biosafety Level 2 (BSL2) dan BSL3.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


LMK yang berada dalam naungan Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM ini merupakan Unit Kerja Khusus (UKK) yang menjadi salah satu laboratorium regional untuk influenza like illnes. "Kami hampir setiap minggu melakukan pemeriksaaan influenza A dan B, H3N1 pada sampel swab throat dan nasofaring. Selain itu memiliki pengalaman pemeriksaan secara profesional saat menghadapi kasus pandemic H1N1, H5N1, dan HIV," kata Ari di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Jejaring Laboratorium Pemeriksa dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan pemeriksaan screening spesimen covid-19. Berbeda dengan Laboratorium Rujukan Nasional, Laboratorium Pemeriksa covid-19 memiliki cakupan tugas sebagai berikut:
 
1. Menerima spesimen untuk pemeriksaan covid-19 dari Rumah Sakit/Dinas Kesehatan/Laboratorium kesehatan lainnya
 
2. Melakukan pemeriksaan screening pada spesimen covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
 
3. Mengirimkan seluruh spesimen (setelah diambil sebagian utuk pemeriksaan) ke laboratorium rujukan nasional covid-19 dengan segera tanpa menunggu hasil pemeriksaan
 
4. Mengirimkan hasil pemeriksaan positif dan negatif covid-19 kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan Public Health Emergency Center (PHEOC) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
 
5. Menginformasikan hasil pemeriksaan negatif kepada RS/Dinas Kesehatan/Laboratorium Kesehatan lainnya untuk deteksi cepat (realtime) dalam rangka penegakan diagnosis, sedangkan informasi hasil pemeriksaan positif hanya dapat dikeluarkan oleh Laboratorium Rujukan Nasional covid-19;
 
6. Memberikan feedback kepada RS/Dinas Kesehatan/Laboratorium Kesehatan lainnya apabila terdapat kekeliruan dalam penggunaan material atau media pada spesimen yang diterima.
 
Ari menambahkan,LMK FKUI memberikan pelayanan pemeriksaan bakteriologi, mikologi, tuberkulosis, virologi dan mikrobiologi molekuler, hingga pemeriksaan mikrobiologi lingkungan dan industri. Laboratorium ini juga dapat memenuhi berbagai pemeriksaan termasuk untuk deteksi infeksi, pemeriksaan sebagai syarat pembuatan visa, dan sterilitas ruangan di fasilitas kesehatan.
 
"Tidak hanya memiliki fasilitas yang lengkap, Laboratorium ini juga mampu melakukan berbagai pemeriksaan mikrobiologi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di FKUI," tutupnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif