Kampus ITB di Metaverse. DOK ITB
Kampus ITB di Metaverse. DOK ITB

Pertama di Indonesia, Kampus ITB Diwujudkan dalam Dunia Metaverse

Renatha Swasty • 06 Oktober 2022 09:40
Jakarta: Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Emir Mauludi Husni mendefinisikan metaverse sebagai perpaduan sempurna antara realitas fisik, augmented, dan virtual. Metaverse dapat dimaknai pula sebagai media sosial dalam bentuk 3D atau dunia 3D virtual dalam internet.
 
Sebagaimana dunia virtual lain, metaverse juga tidak mengenal perbedaan jarak dan waktu. Semua orang dapat terhubung dan berinteraksi satu sama lain dalam dunia virtual metaverse di mana pun dan kapan pun mereka mau.
 
Rintisan proyek metaverse yang mulai banyak dikembangkan sekarang adalah digital twin. Digital twin merupakan tiruan objek dunia nyata yang dibawa masuk ke dalam metaverse dalam bentuk virtual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komponen pembentuk digital twin antara lain perangkat fisik dan sensor, recognition system, skenario, interaksi pengguna, dan metode teknis. Adanya digital twin memungkinkan proses integrasi kondisi nyata dengan sistem komputer secara timbal balik.
 
Objek fisik dengan objek kembaran virtualnya saling terhubung melalui sensor data serta pemrosesan pada cloud computing dan central database.
 
“Digital twin itu bagaimana membuat kembaran dunia fisik di dunia digital. Pengaplikasian digital twin bisa untuk lecturing, environment modelling, seminar, hingga militer,” ujar Emir dalam Seri Kuliah Bestari yang diadakan Forum Guru Besar ITB dikutip dari laman itb.ac.id, Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Emir menyebut ITB sebagai institusi yang mendorong inovasi dan perkembangan teknologi terkini telah mencoba penerapan digital twin dalam menciptakan kampus ITB versi metaverse. Langkah ini sekaligus menjadi terobosan ITB sebagai kampus Indonesia pertama di metaverse.
 
Kampus metaverse ITB akan menjadi kampus virtual dengan grafis AAA yang dikembangkan dengan Unreal Engine. Tim inti multidisiplin yang berperan langsung dalam pengembangan proyek digital twin ITB ini, yakni:
  1. Prof. Ir. Emir Mauludi Husni, M.Sc., Ph.D. (STEI)
  2. Dr. Deni Suwardhi (FITB)
  3. Deny Willy Junaidy, Ph.D. (FSRD)
  4. Fauzan Alfi Agirahman (SAPPK)
“Selain heritage yang kami buat menjadi digital twin, kami juga mengembangkan konten kreatif termasuk desain-desain dari mahasiswa tentang bagaimana gambaran ITB di masa depan dalam dunia metaverse,” tutur dia.
 
Dia memaparkan pembuatan bangunan ITB metaverse menggunakan sensor 3D scanner dari LiDAR, sedangkan lingkungannya menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Pembangunan ITB dalam dunia virtual ini juga memperhatikan pilar-pilar pembangunan dalam perspektif makro seperti dalam dunia nyata, yaitu infrastruktur, interaksi, serta ekosistem.
 
Pada infrastructure layer terdiri dari kebutuhan dasar penunjang operasi dunia virtual yang mencakup komunikasi, komputasi, blockchain, dan penyimpanan. Emir menyebut dengan adanya kampus metaverse ini pengguna akan merasakan hadir secara fisik dalam dunia non fisik dalam pendidikan virtual.
 
“Metaverse di sini, isinya adalah riset mahasiswa, dosen, juga konten kreatif yang mengandung aspek komersial, jadi semuanya sudah ada di ITB versi metaverse,” tutur Emir.
 
Baca juga: Borong 14 Penghargaan, ITB Juara Umum Olimpiade Nasional MIPA 2022

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif