Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

LIPI Dongkrak Publikasi Internasional dan Peningkatan SDM Iptek

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Faustinus Nua • 18 November 2020 21:49
Jakarta: Dalam lima tahun terakhir, jumlah publikasi ilmiah Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan. Pada 2019 misalnya, jumlah publikasi ilmiah Indonesia yang terbit di jurnal internasional telah mencapai 22.888 publikasi.
 
Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia berada di posisi kedua setelah Singapura dengan 24.185 publikasi. Sementara itu, Malaysia menduduki peringkat ketiga dengan 17.588 publikasi, diikuti Thailand dengan 13.627 publikasi, Vietnam 9.054 publikasi, dan Filipina dengan 3.477 publikasi.
 
“Saat ini, publikasi SDM Iptek dari 10.604 peneliti yang tersebar di 42 Kementerian dan LPNK, sudah mulai go international dengan publikasinya di jurnal internasional,” terang Plt Kepala Pusbindiklat LIPI, Raden Arthur Ario Lelono dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arthur mengatakan, salah satu cara mendorong peningkatan publikasi di jurnal internasional adalah dengan Program Belajar Pascasarjana Berbasis Riset (Degree by Research). Program itu dilaksanakan LIPI melalui Pusbindiklat dan telah menjadi program prioritas nasional riset dan teknologi.
 
“Program Belajar Pascasarjana Berbasis Riset (Degree by Research) adalah penugasan yang diberikan oleh pejabat pembina kepegawaian kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan formal berbasis penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan tugas kedinasan.
 
“Salah satu tantangan SDM Iptek adalah pengembangan kompetensi tugas belajar dan menyeimbangkannya dengan tugas kantor,” tambah Arthur.
 
Baca juga:Menristek: Jumlah Peneliti di Indonesia Kalah dari Vietnam
 
Arthur menuturkan, LIPI melalui program Degree by Research diharapkan dapat menjadi penghubung kolaborasi SDM Iptek dengan berbagai pihak, Meliputi universitas dalam negeri maupun luar negeri.
 
Program tersebut merupakan gabungan dari research collaboration dan joint affiliation, di mana pendanaan berasal dari LIPI berupa dukungan biaya kuliah. Sedangkan dukungan akomodasi penelitian berasal dari instansi masing-masing.
 
Peserta yang dapat mengikuti program Degree by Research adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari suatu unit kerja LITBANGJIRAP (Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan). “Harapan dari program belajar ini adalah target peningkatan hasil riset akan sekaligus diimbangi dengan peningkatan kualifikasi pendidikan dan kolaborasi risetnya dengan perguruan tinggi,” pungkas Arthur.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif