Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Epidemiolog: Pengembangan Vaksin Baiknya Lewat Metode yang Teruji

Pendidikan Pendidikan Tinggi vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Ilham Pratama Putra • 23 Februari 2021 20:55
Jakarta: Pakar Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengaku bingung saat melihat proses pembuatan Vaksin Nusantara.  Sebab, pengembangannya memanfaatkan sel dendritik autolog.
 
"Apalagi riset vaksin covid global fokus pada pendekatan DNA, RNA, mRNA dan lain sebagainya. Dendritik vaksin bukan salah satunya," ungkap Dicky kepada Medcom.id, Selasa 22 Februari 2021.
 
Sel dendritik autolog adalah komponen dari sel darah putih yang dimiliki setiap orang. Kemudian dipaparkan dengan rekombinan antigen protein S dari sars-cov-2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, alangkah baik jika pengembangan vaksin dilakukan melalui metode dan model yang sudah teruji. Pasalnya, terlalu riskan jika saat ini menggunakan model yang belum teruji.
 
Karena hal itulah, Dicky pun tak sepakat adanya pengembangan vaksin melalui model sel dendritik. Menurutnya penguatan penelitian mRNA untuk vaksin jauh lebih baik.
 
"Itu yang didorong dari pada ini yang dendritik ini sekalian saja kita riset mRNA itu, karena kita akan perlu itu (mRNA) untuk menghadapi ancaman strain atau mutasi virus korona baru," jelasnya.
 
Baca juga:  Epidemiolog: Klaim Vaksin Nusantara Kebal Seumur Hidup Tak Berdasar
 
Menurutnya meneliti hal baru akan jauh lebih rumit dan memakan waktu lama. Padahal saat ini kebutuhan akan vaksin terus bertumbuh di tengah pandemi.
 
"Kenapa kita rumit-rumit tapi tidak visibel dan aspek manfaat ke depannya belum jelas. Jadi pilih saja pendekatan teknologi yang sudah terbukti berhasil," tutup dia.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif