Peluncuran Pendaftaran YRA 2026. Foto: BRIN
Peluncuran Pendaftaran YRA 2026. Foto: BRIN

Pendaftaran Young Researcher Award 2026 Dibuka! Tren Pendaftar Terus Meroket

Citra Larasati • 28 Agustus 2026 13:35
Ringkasnya gini..
  • ​PPI resmi membuka pendaftaran YRA 2026 untuk mengapresiasi inovasi dan karya para periset muda Indonesia.
  • Ajang ini difokuskan bagi tiga kategori utama: dosen, peneliti, dan perekayasa agar penilaian lebih adil.
  • Pemenang YRA 2026 berpeluang unjuk gigi di ajang bergengsi Indonesia Innovation Summit & Expo pada Desember.
Jakarta: Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) membuka pendaftaran ajang bergengsi Young Researcher Award (YRA) 2026. Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi para talenta muda untuk memamerkan inovasi yang berdampak bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional.
 
“Pada hari ini, Kamis, tanggal 27 Agustus tahun 2026, saya, Ketua Umum Perhimpunan Periset Indonesia, dengan ini meluncurkan pendaftaran Young Researcher Award Perhimpunan Periset Indonesia tahun 2026,” ucap Ketua Umum PPI Syahrir Ika dalam keterangan resmi BRIN, di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Fokus Tiga Kategori Utama

Ketua YRA PPI 2026, Nurmahmudi Ismail, menyebut antusiasme peserta YRA dari tahun ke tahun terus meroket. Pada 2025 saja, tercatat ada 115 peserta yang ikut beradu inovasi. Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan sebelumnya, panitia kini lebih memfokuskan pendaftaran YRA 2026 pada tiga kategori utama, yakni dosen, peneliti, dan perekayasa.
 
Langkah ini diambil mengingat tingginya aktivitas riset di kalangan akademisi yang perlu mendapat wadah apresiasi setara. “Dosen meski tidak masuk dalam kategori seolah-olah bukan periset, ternyata yang dilakukan adalah riset-riset juga,” ujar Nurmahmudi.

Penyederhanaan kategori ini juga didorong oleh amanat UU Sisnas Iptek, sekaligus memudahkan dewan juri menyusun indikator penilaian yang lebih adil terhadap output riset yang berbeda dari masing-masing profesi.

Batu Loncatan Menuju Kancah Global

Konsistensi PPI dalam mewadahi periset muda mendapat acungan jempol dari Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Tri Aries Suestiningtyas. Ia menilai YRA sejalan dengan misi BRIN Goes to Nobel Prize yang berfokus membangun ekosistem riset yang subur bagi talenta muda.
 
“Riset yang hebat adalah riset yang menghasilkan pengetahuan baru. Sedangkan riset yang berdampak adalah riset yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” kata Nur.
 
Bukan sekadar memperebutkan gelar, para pemenang YRA 2026 nantinya bakal mendapat privilese tampil di ajang Indonesia Innovation Summit and Expo pada Desember 2026 mendatang.
 
Kolaborasi lintas sektor antara BRIN, PPI, Kemendiktisaintek, LPDP, hingga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ini diharapkan mampu memicu keberanian generasi muda dalam mengeksplorasi solusi nyata. “Kepada para peneliti muda, saya berpesan, beranilah mengajukan pertanyaan besar, beranilah menembus batas disiplin ilmu, bangun kolaborasi, dan terus menjaga integritas,” pungkasnya.
   
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan