Digigit nyamuk. DOK Magnific
Digigit nyamuk. DOK Magnific

Bukan Mitos! Guru Besar IPB Ungkap Alasan Golongan Darah O Lebih Disukai Nyamuk

Renatha Swasty • 19 Juni 2026 12:05
Ringkasnya gini..
  • Penelitian di Jepang pada 2004 menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O.
  • Hal ini lantaran individu bergolongan darah O menghasilkan asam laktat dan karbon dioksida (CO2) lebih banyak.
  • Namun, semua orang tetap berpotensi digigit nyamuk.
Jakarta: Salah satu mitos paling populer yang berkembang di masyarakat adalah anggapan nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O. Benarkah hal itu? Simak penjelasannya.
 
Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Upik Kesumawati, menjelaskan anggapan tersebut memiliki dasar ilmiah. Meskipun, tidak berarti golongan darah lain terbebas dari gigitan nyamuk. 

Mengapa nyamuk lebih menyukai Golongan Darah O?

Penelitian di Jepang pada 2004 menemukan nyamuk lebih sering mengisap darah individu bergolongan darah O. Hal ini lantaran individu bergolongan darah O menghasilkan asam laktat dan karbon dioksida (CO2) lebih banyak.
 
“Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk,” papar Upik dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.

Namun, ia menegaskan semua orang tetap berpotensi digigit nyamuk. “Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai,” tegas dia.
 
Upik juga meluruskan anggapan darah merupakan makanan utama nyamuk. Ia menjelaskan darah sebenarnya dibutuhkan nyamuk betina untuk proses reproduksi dan pematangan telur. 
  “Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama,” jelas dia.
 
Selain itu, tidak semua nyamuk mengisap darah. Upik mengatakan hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah untuk bertelur, sedangkan nyamuk jantan memperoleh energi dari cairan tanaman dan nektar bunga.
 
Selain golongan darah, warna pakaian juga memengaruhi ketertarikan nyamuk. Upik menyebut pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas sehingga membuat tubuh lebih hangat dan menarik bagi nyamuk.
 
“Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk,” kata dia.
 
Upik juga menepis mitos nyamuk dapat menularkan HIV/AIDS. Menurut dia, meskipun nyamuk dapat mengisap darah penderita HIV, virus tersebut tidak berkembang di dalam tubuh nyamuk dan akan mati dalam waktu singkat sehingga tidak dapat ditularkan kembali kepada manusia.
 
Nah, untuk mencegah gigitan nyamuk, Upik mengajak untuk menerapkan program 3M Plus dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta menyarankan penggunaan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA